"Saat ini produktivitas masih mencapai 1,2 ton per hektare per tahun, namun itu jauh lebih bagus dibanding 2009 yang hanya 0,8 ton per hektare per tahun,"Muntok (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, menargetkan produktivitas lada putih mencapai 1,8 ton per hektare per tahun seiring meningkatnya keterampilan para petani di daerah itu.
"Saat ini produktivitas masih mencapai 1,2 ton per hektare per tahun, namun itu jauh lebih bagus dibanding 2009 yang hanya 0,8 ton per hektare per tahun," ujar Kepala Bidang Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka Barat Edi Usman di Muntok, Rabu.
Ia menjelaskan, gencarnya para petugas penyuluh perkebunan masuk ke desa-desa memberikan peningkatan keterampilan kepada para petani lada mengenai budidaya tanaman yang baik memberikan harapan akan tercapainya target tersebut pada 2015.
Sikap terbuka dari para petani, kata dia, membawa perubahan pola pikir para petani lokal yang terbiasa dengan pola budidaya tradisional ke pola penanaman dan perawatan modern sesuai yang dianjurkan para penyuluh.
"Ini yang akan terus kami lakukan dalam upaya mengembalikan kejayaan lada putih bangka atau yang lebih dikenal dengan "muntok white pepper"," kata dia.
Di Bangka Barat, kata dia, produksi lada pada 2012 mencapai 1.940,16 ton dengan luas areal tanam 3.799,67 hektare yang tersebar di lima kecamatan.
Dari jumlah produksi 1.940,16 ton berasal dari Kecamatan Muntok 258 ton, Simpang Teritip 898,27 ton, Jebus 265,22 ton, Kelapa 223,57 ton dan Tempilang 295,1 ton.
Sementara luas areal tanam meliputi, Kecamatan Muntok 322 hektare, Simpang Teritip 1.798,94 hektare, Jebus 666,63 hektare, Kelapa 501,55 hektare dan Tempilang 510,55 hektare.
Menurut dia, saat ini di daerah itu para petani semkin bersemangat mengambangkan tanaman lada terkait harga jual lada yang semakin membaik akhir-akhir ini.
"Kami yakin jika ada jaminan harga jual lada yang cukup menjanjikan, petani lokal akan semakin meningkat motivasinya mengembangkan tanaman lada putih," kata dia.
Ia menambahkan, beberapa waktu lalu pemkab juga sudah menjalin kerja sama dengan investor dari Belanda untuk melaksanakan program revitalisasi tanaman lada di daerah itu.
"Kami berharap kerja sama dengan investor Belanda ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani lada sekaligus meningkatkan animo petani dalam mengembangkan tanaman khas dan mengembalikan kejayaan dimana pasar internasional dikuasai lada putih dari Pulau Bangka," kata dia.
Pewarta: pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.