"Kami siapkan lima paket acara untuk memeriahkan hari anti narkoba tersebut dengan harapan sosialisasi gerakan anti narkoba menjangkau berbagai kalangan masyarakat..
Muntok, 9/12 (ANTARABabel) - Badan narkotika Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, mengharapkan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang akan digelar pada 23 Desember 2012 di lapangan Gelora Muntok berlangsung meriah.

"Kami siapkan lima peket acara untuk memeriahkan hari anti narkoba tersebut dengan harapan sosialisasi gerakan anti narkoba menjangkau berbagai kalangan masyarakat," ujar Pelaksana Harian BNK Bangka Barat Agus Sunawan di Muntok, Minggu.

Ia menjelaskan, lima paket acara untuk memeriahkan HANI 2012 tersebut terdiri dari jalan santai, peluncuran album lagu anti narkoba milik H Sukirman yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Bangka Barat, Pencanangan Anti Narkoba oleh Bupati, Kapolres dan Kepala SKPD, Kampanye Anti narkoba oleh Kepala BNP Babel Rudi Tranggono dan hiburan band.

Menurut dia, pelaksanaan HANI sebenarnya jatuh pada 26 Juni, namun karena berbagai kendala yang dihadapi, peringatannya baru bisa dilaksanakan pada akhir tahun ini.

"Pada intinya kami sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba ini ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat, mengingat saat ini narkoba sudah menjangkit sampai tingkat anak-anak," ujarnya. 

Ia mengatakan, pada kegiatan tersebut akan dibagikan pin antinarkoba dengan harapan setiap peserta yang datang semakin sadar bahaya penggunaan barang haram tersebut dan penyalahgunaan dapat berkurang.

"Kasus narkoba tidak bisa disepelekan karena terkait dengan mental, kepribadian dan hukum, untuk itu perlu gerakan nyata dari seluruh elemen untuk bersama-sama mencegah penyalahgunaan narkoba," kata dia.

Menurut dia, narkoba berpotensi menghancurkan bangsa dan peradaban manusia karena sudah menjerat kalangan generasi muda sebagai generasi penerus.

"Selain peran seluruh lapisan masyarakat, peran orang tua menjadi kunci utama agar anak-anaknya tidak terpengaruh barang berbahaya tersebut karena karena orangtua adalah orang yang paling dekat dan pendidik utama dan pertama perkembangan jiwa anak-anaknya," kata dia.

Ia mengatakan, kontrol langsung tanpa mengekang terhadap pergaulan nak-anak menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan sebagai bentuk perhatian.

"Bekerja sama dengan orang tua teman anaknya atau guru sekolah dan kerabat lainnya diharapkan mampu meminimalkan terjadinya penyelewengan yang mungkin timbul dari si anak," ujarnya.

Ia mengharapkan, peran serta dan peningkatan kesadaran bahaya narkoba seluruh lapisan masyarakat bisa meminimalkan terjadinya kasus narkoba di daerah itu.

Menurut data, sejak Januari hingga September 2012 BNK Bangka Barat menemukan 13 kasus dengan melibatkan 16 orang tersangka penyalahgunaan narkoba, jumlah tersebut menurun dibanding tahun sebelumnya yaitu sebanyak 28 kasus dengan menetapkan 37 orang tersangka.



: Donatus Dasapurna Putranta

COPYRIGHT © ANTARA 2026