Pangkalpinang (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung melakukan koordinasi dan tinjauan lapangan sebagai tindak lanjut rencana pemeriksaan substantif atas pengajuan pendaftaran Indikasi Geografis teh tayu di Desa Ketap, Kabupaten Bangka Barat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung di Pangkalpinang, Rabu, mengatakan dinas terkait telah melakukan pengisian formulir digital yang disiapkan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), dan data yang dikumpulkan itu akan menjadi bahan evaluasi dalam rapat verifikasi.
"Kegiatan peninjauan lapangan ini merupakan bagian dari pemeriksaan substantif teh tayu yang akan diverifikasi DJKI pada 28 Oktober 2025, sehingga perlu kesiapan kita semua untuk meyakinkan Tim Ahli Indikasi Geografis bahwa teh dataran rendah ini memiliki keunikan tersendiri dibanding teh dari wilayah lain," katanya.
Tinjauan lapangan penting dilakukan untuk verifikasi data, memetakan batas wilayah Indikasi Geografis, mendokumentasikan aspek budaya dan lingkungan yang menjadi penunjang keunikan produk.
Perwakilan Bapperida Kabupaten Bangka Barat Siska mengapresiasi pendampingan yang dilakukan Kanwil Kemenkum Babel dan menyatakan komitmen membantu menyelesaikan berbagai kendala selama proses pengajuan berlangsung.
Teh tayu atau dikenal juga sebagai Thai Jiu Cha, merupakan teh khas hasil budidaya warga keturunan Tionghoa di Bangka Barat yang telah ada sejak lebih dari 150 tahun silam. Berbeda dengan teh pada umumnya yang ditanam di dataran tinggi, Teh tayu justru dibudidayakan di dataran rendah sehingga memiliki keunikan tersendiri.
Selain itu, teh ini memiliki aroma dan cita rasa unik yang tidak dimiliki oleh teh-teh lainnya, salah satu keistimewaan jenis teh ini yaitu tidak kental, rasa khas teh lebih tebal, mampu menghilangkan rasa pusing, dan memberikan efek relaksasi.
Sebagai bagian dari kegiatan, tim juga melakukan kunjungan langsung ke kebun dan lokasi pengolahan teh tayu di Jebus.
Dengan didaftarkan sebagai produk Indikasi Geografis, produk ini dapat memperoleh perlindungan hukum dan dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Seiring dengan meningkatnya popularitas teh tayu di mancanegara, diharapkan terjadi peningkatan produksi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat setempat.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026