Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberi edukasi tentang kesehatan mental bagi tenaga pendidik dan organisasi perempuan guna meningkatkan ketahanan psikologis masyarakat.
Langkah itu dilakukan melalui kegiatan Gebyar Edukasi Kesehatan Mental yang digelar Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (TP UKS/M) Bangka Tengah bekerja sama dengan Khatulistiwa Learning Center di Koba, Jumat.
Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Feri Prihatin Akbar mengatakan pemahaman kesehatan mental penting bagi guru karena berpengaruh terhadap proses belajar dan pembentukan karakter siswa.
“Guru yang memiliki kondisi mental sehat akan lebih mampu membimbing peserta didik dan menciptakan suasana belajar yang positif,” katanya di hadapan 120 peserta dari kalangan guru PAUD hingga SMP serta organisasi wanita.
Gangguan mental yang tidak ditangani, kata dia, dapat menurunkan kualitas hidup dan kinerja seseorang.
“Kami berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan di lingkungan sekolah dan keluarga,” ujarnya.
Ketua TP UKS/M Bangka Tengah Eva Algafry mengatakan isu kesehatan mental perlu menjadi perhatian karena banyak individu menghadapi tekanan sosial dan pekerjaan yang berat.
“Guru dan ibu rumah tangga termasuk kelompok yang rentan mengalami stres. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman agar mereka lebih tangguh secara emosional,” katanya.
Narasumber dari Khatulistiwa Learning Center, Vina Senjawati menjelaskan edukasi tersebut bertujuan membantu masyarakat mengenali tanda awal gangguan mental dan mengetahui kapan harus mencari bantuan profesional.
“Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental masih rendah. Melalui kegiatan ini kami ajarkan langkah sederhana untuk mengelola kecemasan dan stres,” ujarnya.
