"Kami juga melayani penjualan borongan, misalnya enam buah Rp100.000," kata Pak Nas.Muntok, 9/12 (ANTARABabel) - Pedagang durian di Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, mendapatkan berkah karena dagangannya laris manis seiring tingginya tingkat konsumsi masyarakat.
"Sehari kami bisa jual rata-rata 150 hingga 200 buah dengan keuntungan Rp2.000 hingga Rp5.000 per buah," ujar pedagang asal Simpang Teritip Pak Nas di Muntok, Minggu.
Ia mengatakan, buah durian lokal tersebut didatangkan dari Kecamatan Parittiga dan Jebus yang jaraknya sekitar 80 kilometer dari Kota Muntok karena dua daerah itu sudah musim durian.
Buah durian yang ditawarkan harganya bervariasi sesuai ukuran dan kualitasnya, untuk jenis durian lokal kulitas bagus dijual dengan harga antara Rp15.000 hingga Rp30.000 per buah, sedangkan durian lokal biasa antara Rp12.000 hingga Rp25.000 per buah, tergantung besar kecilnya buah.
"Kami juga melayani penjualan borongan, misalnya enam buah Rp100.000," kata dia.
Meskipun dijual dengan harga tinggi, namun katanya durian yang dibawanya hampir selalu habis diserbu para pembeli yang berasal dari kota tersebut dan warga luar daerah yang kebetulan lewat jalan tersebut.
"Kami berharap musim durian panjang agar usaha yang kami jalankan ini bisa bertahan, apalagi persaingan di tingkat pedagang juga relatif sepi, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana terdapat pedagang yang menjamur disepanjang jalan Muntok-Pangkalpinang," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Barat mengatakan, durian lokal di daerah itu memang cukup terkenal bahkan sampai tingkat nasional.
"Namlung Petaling DR06 merupakan durian varietas unggul nasional yang aslinya dari Kecamatan Jebus, dan saat ini kami juga sudah mengusulkan tiga varietas unggul lokal untuk dijadikan unggul nasional ke Badan Penelitian Buah (Balitbu) yaitu durian sikambang, sidatuk dan bara api," kata dia.
Ia mengatakan, daerah itu memang sudah lama terkenal sebagai penghasil durian berkualitas bagus, bahkan banyak pedagang dari luar daerah mengambil durian lokal langsung ke sejumlah petani sampai ke pelosok desa.
"Untuk harga durian kualitas bagus harganya sangat tinggi, meskipun konsumen mengambil langsung dari petani," ujarnya.
Ia mencontohkan, beberapa hari lalu saat diadakan kontes durian di Kecamatan Jebus, harga jual sikambang yang dinobatkan sebagai juara I bisa mencapai Rp350.000 per butir yang dibeli langsung oleh penggemar usai kontes.
"Kami pernah mengadakan program peningkatan keterampilan masyarakat untuk mengelola durian menjadi makanan olahan, namun program tersebut tidak berjalan karena masyarakat kesulitan mendapatkan bahan bakunya yang sudah habis dibeli konsumen dalam bentuk buah segar," ujarnya.
Kondisi tersebut, kata dia, mengindikasikan bahwa durian lokal Bangka Barat begitu diminati konsumen dan bahkan dengan harga berapapun ditawarkan petani, selalu habis diborong konsumen dan pedagang pengepul dari dalam dan luar daerah.
Editor : Donatus Dasapurna Putranta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.