Pangkalpinang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan pemeriksaan Human Papillomavirus Deoxyribonucleic Acid (DNA HPV) guna mendeteksi dini dan mencegah kanker leher rahim atau serviks di daerah itu.
"Ini program pemerintah pusat yang dimulai 2 Oktober dan berakhir 26 November tahun ini," kata Ketua Tim Kerja Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Wanita Dinkes Kota Pangkalpinang Holipah di Pangkalpinang, Rabu.
Ia mengatakan pemeriksaan DNA HPV secara gratis ini dipusatkan di seluruh puskesmas se-Kota Pangkalpinang, sebagai langkah antisipasi dini mencegah kanker leher rahim bagi perempuan berusia 30 hingga 69 tahun di daerah ini.
"Pada tahun ini, kita mendapatkan target pemeriksaan DNA HPV 1.609 orang dan difokuskan di sembilan puskesmas Kota Pangkalpinang," katanya.
Sebelumnya, Dinkes Kota Pangkalpinang juga telah melaksanakan IVA test untuk perempuan berusia 30 hingga 50 tahun hanya untuk melihat resi pra-kanker, sedangkan DNA HPV untuk mengetahui tipe virus dan lebih sensitif dalam pencegahan kanker serviks.
"Apabila dari hasil pemeriksaan ini positif terjangkit virus HPV, maka akan dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut, namun jika negatif maka akan dilakukan pemeriksaan ulang 10 tahun kedepannya," katanya.
Dia menjelaskan program pemeriksaan DNA HPV ini penting, agar kaum perempuan mengetahui lebih awal, menderita kanker serviks atau tidak.
Jika diketahui menderita kanker ini, kata dia, maka penanganan lebih cepat, umur harapan hidup lebih tinggi dibandingkan apabila tidak mengetahui kanker ini.
"Kami mengimbau ibu-ibu berusia 30 hingga 69 tahun untuk mengikuti DNA HPV di seluruh puskesmas tanpa berdasarkan domisili atau berdasarkan KTP," katanya.
Ia berharap, para ibu berusia di bawah 30 tahun juga memeriksakan DNA HPV ini dengan syarat mereka sudah melakukan hubungan seksual secara aktif atau sudah berkeluarga.
