Pangkalpinang (ANTARA) - PT Timah Tbk meraih Penghargaan Indonesia ESG Leadership Awards (IELA) 2025 kategori Leadership AAA – Indonesia’s Leader in ESG Transparency dari Bumi Global Karbon Foundation (BGK Foundation).

"Penghargaan ini sebagai komitmen PT Timah melaksanakan penambangan berkelanjutan," kata Departement Head Goverment Relation PT TIMAH Tbk I Putu Asre Ardhana dalam keterangan pers diterima LKBN ANTARA Babel di Pangkalpinang, Jumat.

Ia mengatakan penghargaan ini menegaskan komitmen PT Timah Tbk dalam mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik ke dalam strategi bisnis perusahaan, baik melalui program pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel.

"Kedepannya, PT Timah terus memperkuat praktik ESG di seluruh kegiatan operasionalnya, sejalan dengan arah transformasi ekonomi hijau nasional dan tuntutan pasar global yang semakin menekankan pentingnya keberlanjutan," katanya.

Founder BGK Foundation Achmad Deni Daruri mengatakan Indonesia ESG Leadership Award 2025 mengusung tema “Aligning Indonesia ESG Leadership with Global Opportunities,” yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat tata kelola berkelanjutan dan daya saing Indonesia di panggung global.

Ajang ini digelar untuk memberikan apresiasi kepada perusahaan yang menunjukkan kepemimpinan, konsistensi, serta transparansi dalam penerapan prinsip ESG, sekaligus menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat tata kelola berkelanjutan di Indonesia.

Penilaian dilakukan secara independen oleh BGK Foundation berdasarkan laporan keberlanjutan tahun 2024, dengan menggunakan metodologi ketat mengacu pada 33 faktor ESG yang terdiri dari 11 indikator lingkungan, 11 indikator sosial, dan 11 indikator tata kelola.

Selain itu, aspek ketepatan waktu pelaporan, kesesuaian dengan standar Global Reporting Initiative (GRI), dan proses assurance oleh pihak independen juga menjadi pertimbangan utama.

"Metode penilaian BGK Foundation dirancang agar hasil riset mencerminkan tingkat keterbukaan dan tanggung jawab perusahaan terhadap risiko serta peluang keberlanjutan," ujarnya.

Ia menyatakan hasil penilaian tersebut melahirkan ESG Disclosure Score dan ESG Leadership Index yang digunakan untuk menentukan peringkat serta kategori penghargaan secara objektif dan transparan.

“Kami berharap penghargaan ini menjadi pemicu semangat bagi emiten dan korporasi untuk melaporkan praktik keberlanjutan mereka secara lebih terbuka, terukur, dan sesuai standar global,” ujarnya.

Muliaman Darmansyah Hadad, Vice Chairman of Supervisory Board Danantara, menekankan pentingnya pelaporan keberlanjutan dalam konteks ekonomi global.

“Transparansi dalam pelaporan ESG tidak hanya mencerminkan tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga menjadi daya tarik investasi global, khususnya dari lembaga keuangan internasional yang kini mensyaratkan kepatuhan ESG sebagai bagian dari proses pendanaan,” katanya.
 



Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026