Sungailiat (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengkampanyekan kesehatan ibu hamil untuk menekan risiko kematian ibu dan bayi.
Ketua TP PKK Kabupaten Bangka Diny Fery Insani di Puding Besar, Jumat, mengatakan kampanye kesehatan bagi ibu hamil perlu dilakukan guna memberikan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan ibu hamil serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
"Salah satu faktor risiko angka kematian ibu dan stunting adalah anemia pada saat ibu hamil," jelas dia.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), kata dia, prevalensi anemia pada ibu hamil di Kabupaten Bangka mengalami peningkatan, yaitu dari 2,83 persen pada tahun 2024 menjadi 4,46 persen sampai Oktober tahun 2025.
"Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2021, percepatan penurunan angka kematian ibu dan prevalensi balita stunting adalah dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil menjadi enam kali," jelas dia.
Diny Fery Insani mengatakan kampanye kesehatan ibu hamil dilakukan lintas sektor, mulai dari swasta, organisasi profesi, organisasi masyarakat, serta seluruh masyarakat, khususnya ibu hamil sebagai penerima manfaat langsung dari kegiatan gerakan ibu hamil sehat.
"Saya berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kesehatan selama kehamilan," ujar dia.
Gerakan ibu hamil sehat juga bertujuan untuk mencegah stunting melalui 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) dengan minum tablet tambah darah dan pemeriksaan kesehatan ibu hamil sesuai standar.
