Sungailiat (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan pergelaran seni lokal sebagai upaya melestarikan budaya daerah di masyarakat.
"Pergelaran seni lokal yang sebagai hasil karya dari desa, saya anggap cukup penting untuk melestarikan budaya di tengah perkembangan moderen," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Rismy Wira Madona di Sungailiat, Jumat.
Pergelaran seni lokal, kata dia, tidak hanya berfokus melestarikan namun juga memperkenalkan seni budaya lokal kepada generasi muda.
"Kita memiliki kekayaan sebuah warisan seni tradisional lokal yang harus dilestarikan oleh generasi sekarang, kita menginginkan generasi muda mencintai seni tradisional asal daerahnya," ujar dia.
Sejumlah seni tari yang ditampilkan pada pergelaran itu, seperti tari Cakter, tari Campak, tari Sambut Sepintu Sedulang, tari dan musik Rudat berasal dari Desa Zed, tari Kedidi dan permainan Gasing Desa Mendo.
Selain itu, tari 7 Tapak Langkah Kedidi berasal dari Desa Bintet, tari Dambus Serimbang Burung Kota Kapur, tari Uli Sagu berasal dari Belinyu, tari Suyak Usang berasal dari Sungailiat, Pantun berasal dari Petaling Banjar, Daek berasal dari Sungailiat serta musik Dambus berasal dari Kenanga.
"Dalam pergelaran ini, kami melibatkan 50 guru seni budaya dan bahasa Indonesia di Kecamatan Sungailiat, Bangka untuk memberikan penambahan tentang kesenian tradisional Bangka sebagai guru pengasuh dalam proses belajar mengajar di sekolah," kata Rismy Wira Maddona.
Bupati Bangka Fery Insani berpendapat, seni dan budaya berperan penting dalam menciptakan hidup nyaman dan harmoni di Kabupaten Bangka.
"Kita harus jadikan Kabupaten Bangka yang bermartabat, nyaman, dan sejahtera, dan seni akan selalu menjadi bagian penting dalam itu," ujar dia.
