Koba, Babel, (ANTARA) - Bupati Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Algafry Rahman mengimbau masyarakat untuk menyambut pergantian tahun baru secara bijak dan tidak berlebihan guna menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan bersama selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Rayakan saja dengan bijak tanpa harus berlebihan, sebaiknya jadikan momentum refleksi diri saja," kata Algafry di Koba, Rabu.

Algafry juga meminta masyarakat turut menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) agar situasi tetap aman dan kondusif.

Sejalan dengan imbauan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah memastikan tidak akan menggelar perayaan Tahun Baru 2026 secara besar-besaran. 

Pemkab memilih perayaan sederhana sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

Algafry menilai perayaan Tahun Baru tidak harus dilakukan dengan kegiatan yang bersifat hura-hura, melainkan dapat dimaknai sebagai momen refleksi dan evaluasi diri.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan, baik di lingkungan tempat tinggal maupun saat melakukan aktivitas di luar rumah pada malam pergantian tahun.

"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga toleransi dan menghormati warga lain yang sedang menjalankan ibadah Natal maupun aktivitas keagamaan lainnya," ujarnya.

Ia berharap kerja sama antara masyarakat, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan dapat menciptakan suasana perayaan yang aman, tertib dan kondusif.

"Jadikan bahan renungan dan refleksi diri untuk menjalani hidup lebih baik di tahun yang baru," ujarnya.



Pewarta: Ahmadi
Editor : Joko Susilo

COPYRIGHT © ANTARA 2026