Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan Provinsi Kepulauan Babel pada Desember 2025 mengalami inflasi year on year (y-on-y) 2,77 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,25 menjadi 107,14.
"Secara month to month (m-to-m), Babel pada Desember tahun ini juga mengalami inflasi 0,55 persen," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Toto Haryanto Silitonga di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan inflasi y-on-y Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Desember 2025, karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh peningkatan indeks beberapa kelompok pengeluaran, yaitu makanan, minuman dan tembakau 6,55 persen.
Kenaikan kelompok pakaian dan alas kaki 0,32 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,36 persen, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,02 persen, kesehatan 1,67 persen.
Selanjutnya kelompok transportasi naik 1,56 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,54 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,78 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,46 persen.
"Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,30 persen dan pendidikan sebesar 12,86 persen," katanya.
Ia menyatakan komoditas yang dominan memberikan sumbangan terhadap inflasi y-on-y, antara lain emas perhiasan, cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras, cumi-cumi, beras, bawang merah, sawi hijau, udang basah, bayam.
Selanjutnya sigaret kretek mesin (SKM), ikan selar, sigaret kretek tangan (SKT), ikan kembung, mobil, sepeda motor, wortel, mie kering instant, kangkung, dan kacang panjang.
"Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap deflasi y-on-y, antara lain sekolah menengah atas, bawang putih, sekolah dasar, shampo, tomat, telepon seluler, popok bayi sekali pakai, sabun detergen bubuk, tempe, detergen cair, air kemasan, sabun cair, kerudung, sabun mandi cair, dan pengharum cucian," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026