Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan Provinsi Kepulauan Babel pada Februari 2026 mengalami deflasi 0,64 persen, karena turunnya harga berbagai kebutuhan pangan masyarakat di daerah itu.

"Deflasi ini, karena indeks harga konsumen (IHK) Februari 2026 sebesar 106,75 atau turun dibandingkan bulan sebelumnya 107,14," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Sugeng Arianto di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan komoditas yang dominan memberikan sumbangan terhadap deflasi Februari tahun ini antara lain turunnya harga bayam, sawi hijau, ikan kerisi, ikan tenggiri, sekolah menengah pertama, dan kangkung.

Selain itu, turunnya harga ikan ekor kuning, daging ayam ras, ikan selar, kacang panjang, ikan singkur, ikan kembung, ikan bulat, udang basah, ketimun, bensin, ikan dencis, wortel, jeruk, ikan tongkol, ikan seminyak, ikan tamban, ikan katamba dan ikan manyung.

Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi bulanan ini, antara lain emas perhiasan, cabai rawit, angkutan udara, bawang merah, kerudung, sigaret kretek mesin (SKM), cabai merah, bawang putih, cumi-cumi, daging sapi, sepeda motor, anggur, kol putih, mobil, dan susu bubuk untuk balita.

Ia menyatakan Provinsi Kepulauan Babel pada Februari 2026 mengalami inflasi secara tahunan (year on year/y-o-y) sebesar 3,31 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 103,33 pada Februari 2025 menjadi 106,75 pada Februari 2026.

"Inflasi y-o-y ini karena adanya kenaikan harga makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,71 persen, pakaian dan alas kaki 0,22 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 19,46 persen," katanya.

Selanjutnya kelompok kesehatan naik 1,43 persen, rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,62 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,77 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,95 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu perlengkapan, peralatan, pemeliharaan rutin rumah tangga 0,37 persen, transportasi 0,24 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,07 persen dan kelompok pendidikan turun 16,62 persen," demikian Sugeng Arianto.



Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026