Pangkalpinang (ANTARA) - Taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan di sejumlah lokasi terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Pangkalpinang, Kamis (15/1) menyebutkan, kegiatan pembersihan pada tahap lanjutan ini difokuskan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kuala Simpang, rumah dinas pegawai, serta SDIT Darul Mukhlishin.
Sebelum turun ke lapangan, para taruna mengikuti apel pengecekan kekuatan personel dan menerima pengarahan terkait pembagian tugas, tujuan kegiatan, serta penekanan pada kedisiplinan, keselamatan kerja, dan kerja sama selama pelaksanaan kegiatan.
Di Lapas Kelas IIB Kuala Simpang, taruna membersihkan blok hunian warga binaan pemasyarakatan, klinik lapas, dan rumah dinas pegawai. Sementara di SDIT Darul Mukhlishin, pembersihan difokuskan pada area halaman sekolah dan saluran air guna menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah genangan air.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Taruna Poltekpin dalam mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat pengabdian.
Baca juga: Kemenkum turunkan 119 taruna Poltekpin bantu korban bencana di Aceh
Sebelumnya, Kementerian Hukum (Kemenkum) memberangkatkan sebanyak 119 taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) ke Aceh untuk membantu penanganan korban bencana alam di daerah itu.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum Kemenkum Gusti Ayu mengatakan, pelaksanaan kegiatan kemanusiaan ini telah dikoordinasikan dengan satuan tugas penanganan bencana Kementerian Dalam Negeri di Aceh agar bantuan dapat disalurkan sesuai mekanisme dan kebutuhan di lapangan. Para taruna juga dibekali peralatan yang telah diarahkan oleh satgas bencana setempat.
“Kami berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak yang bertanggung jawab dalam penanganan bencana di Aceh untuk mendapatkan arahan terkait mekanisme bantuan dan lokasi wilayah terdampak yang menjadi target kegiatan,” katanya.
Gusti Ayu berharap kehadiran tim Kemenkum dapat memberikan dukungan moral serta membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.
“Ini bukan sekadar aksi kemanusiaan, tetapi panggilan nurani untuk hadir menguatkan dan menolong saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” ujarnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung Johan Manurung mengapresiasi keterlibatan aktif para taruna Poltekpin dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
"Kegiatan pembersihan lingkungan ini mencerminkan nilai pengayoman dan kepedulian sosial, serta menjadi sarana pembelajaran bagi para taruna untuk menumbuhkan empati dan semangat pengabdian kepada masyarakat sejak dini," ujar Johan.
Pewarta: ANTARA BabelUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026