Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membantu upaya pelestarian Tradisi 3.000 Culok yang dilakukan warga Dayabaru, Mentok dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan.
"Acara ini merupakan tradisi turun temurun sebagai wujud dari rasa syukur masyarakat yang masih diberikan kesempatan menyambut dan menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan," kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat Muhammad Ferhad Irvan di Mentok, Selasa.
Ia menjelaskan, pada zaman dahulu setiap menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri setiap warga di kampung itu pada malam hari memasang "culok" (bahasa lokal lentera) di depan rumah masing-masing sebagai penerang jalan.
"Culok" dibuat dengan bahan seadanya, seperti dari tabung bambu, kaleng bekas dan botol bekas yang dipasang sumbu kain untuk kemudian dinyalakan di depan rumah masing-masing.
Pada perkembangannya, dalam beberapa tahun terakhir tradisi ini oleh warga dikembangkan dengan memasang hingga ribuan "culok" di sepanjang jalan Dayabaru menjelang Ramadhan.
Untuk memeriahkan suasana, warga juga menggelar pawai obor di sepanjang jalan kampung tersebut, kegiatan ini dilaksanakan beberapa hari menjelang puasa.
"Tradisi ini dilakukan warga sebagaimana yang dilakukan nenek moyang Kampung Dayabaru. Menyambut puasa Ramadhan tahun ini rencananya pawai obor dilaksanakan Sabtu (14/2)," katanya.
Ribuan "culok" kreasi penghias jalan kampung dan obor yang akan digunakan untuk pawai dibuat oleh para pemuda dan warga setempat.
Kerja sama dan kebersamaan dalam suasana suka cita untuk memeriahkan suasana menyambut Ramadhan menjadi bagian dari nilai gotong royong yang diusung warga melalui tradisi warisan leluhur tersebut.
"Sebagai bentuk keseriusan pemerintah menjaga kelestarian tradisi ini, Pemkab Bangka Barat sudah mencantumkan kegiatan ini dalam agenda tahunan kegiatan budaya daerah dan masuk dalam objek pemajuan kebudayaan bidang adat tradisi dalam Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026