Sungailiat (ANTARA) - Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dinpanpertan) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Syarli Nopriansyah berpendapat bantuan tanaman cabai oleh pemerintah provinsi ke masyarakat di kabupaten itu menjadi momentum yang tepat menyambut bulan suci Ramadhan.
"Diketahui 50 hari setelah taman (HST), cabai yang akan didistribusikan oleh pemerintah provinsi ke masyarakat di Kabupaten Bangka merupakan momentum yang tepat karena diperkirakan masa panen masuk di bulan Suci Ramadhan yang waktunya kurang dari dua bulan," kata Syarli Nopriansyah di Sungailiat, Rabu.
Ia mengakui bantuan tanaman cabai itu cukup membantu meringankan beban kebutuhan warga penerima sebab pada bulan Suci Ramadhan biasanya harga komoditi cabai di tingkat pasar tradisional akan mengalami lonjakan hingga mencapai lebih Rp50 ribu per kilogram.
Berdasarkan data laporan, total kuota tanaman cabai untuk masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Bangka mencapai 10 ribu batang.
"Kami akan berkoordinasi dengan petugas penyuluh lapangan (PPL) pertanian untuk memberikan pendampingan ke warga penerima bantuan tanaman cabai untuk pembinaan pola perawatan yang benar sehingga memperoleh hasil panen yang memuaskan," kata Syarli.
Syarli Nopriansyah berharap ke pemerintah Provinsi Bangka Belitung agar program gerakan menanam cabai rakyat dapat dilanjutkan di tahun berikutnya dengan jumlah bantuan yang lebih banyak supaya produksi panen cabai di masyarakat meningkat.
"Ketika masyarakat mampu memenuhi kebutuhan cabai secara mandiri, tentu akan mengurangi ketergantungan pasokan cabai dari luar pulau Bangka serta dapat menjaga stabilitas harga," kata dia.
Puluhan ribu bantuan batang cabai kata dia, diutamakan untuk masyarakat di Kecamatan Sungailiat dan Kecamatan Merawang karena pertimbangan tingkat kebutuhan.
Pewarta: KasmonoUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026