Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyediakan 200 ribu polibek bibit cabai guna mendorong masyarakat mengembangkan pertanian cabai sistem digital farming di daerah itu.
"Bantuan ratusan bibit cabai ini untuk menyukseskan Program Digital Farming Gubernur Kepulauan Babel," kata Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erwin Krisnawinata di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan Program Digital Farming Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani ini, guna meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian keluarga dalam mengendalikan inflasi di daerah ini.
"Penerapan teknologi digital farming, agar masyarakat bisa menggunakan teknologi dalam irigasi, pemupukan dan lainnya sehingga pengelolaan serta pengembangan pertanian ini lebih efisien dan efektif," ujarnya.
Ia menyatakan dalam mengoptimalkan program pengembangan tanaman pangan berbasis teknologi ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Babel telah menyediakan 200 ribu polibek bibit cabai untuk disalurkan kepada masyarakat.
"Masyarakat silahkan mengajukan permohonan bantuan bibit cabai ini ke dinas untuk mendapatkan bantuan bibit cabai secara gratis ini," katanya.
Menurut dia saat ini pemerintah daerah tengah menggalakkan pengembangan tanaman cabai, karena komoditas ini masih penyumbang inflasi terbesar di daerah ini.
"Selama ini cabai ini merupakan salah satu komoditas yang mempengaruhi inflasi di daerah ini," katanya.
