Sungailiat (ANTARA) - Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat angka kasus kebakaran di daerah itu selama 2025 sebanyak 39 kasus yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan.
"Kami mencatat angka kasus kebakaran tahun 2025 hanya 39 kasus, terdiri dari kasus kebakaran hutan dan lahan, kebakaran rumah dan kasus kebakaran yang lain," kata Plt Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran (Damkar) Dinas Satpol PP Kabupaten Bangka, Zalfika Ammya, di Sungailiat, Senin.
Ia mengatakan angka kasus kebakaran itu terbilang rendah dibanding dua tahun sebelumnya, yakni di tahun 2024 sebanyak 130 kasus kebakaran dan tahun 2023 mencapai angka kasus 240 kebakaran.
Menurunnya kasus kebakaran, kata dia, karena mulai tertanam kesadaran masyarakat menjaga kelestarian lingkungan dengan mengurangi aktivitas pembakaran lahan untuk alasan perluasan perkebunan.
"Masyarakat mulai sadar menjaga lingkungan karena saat itu kami memaksimalkan sosialisasi pencegahan kebakaran," ujarnya.
Selain kesadaran masyarakat, kata Zalfika Ammya, faktor cuaca seperti curah hujan yang cenderung tinggi juga mempengaruhi kurangnya kasus kebakaran hutan dan lahan.
Dia mengakui, penanggulangan kasus non kebakaran yang terus ditingkatkan seperti penyemprotan saluran air untuk mencegah ancaman banjir.
"Saluran air yang harus bebas dari sampah memastikan air mengalir lancar sebab awal bulan tahun ini sempat terjadi banjir di beberapa tempat yang saat itu akibat curah hujan sementara saluran air tidak lancar," jelas dia.
Dia berharap hingga akhir 2026, kasus kebakaran di wilayah Kabupaten Bangka dapat ditekan seminimal mungkin.
