Pangkalpinang (ANTARA) - Komunitas Pemuda Yo'Kawa bersama Free Fly Family Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengenalkan berbagai jenis satwa kepada anak usia dini sebagai salah satu upaya membangun karakter anak yang berempati dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa cinta anak-anak terhadap hewan dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami," kata inisiator Yo'Kawa Babel Orie Fachridho Hermawan di Pangkalpinang, Rabu.
Dalam kegiatan tersebut, para anggota komunitas mengenalkan dan penanaman nilai kepedulian terhadap satwa sejak usia dini dengan pola edukatif dan menyenangkan.
"Kita kemas kegiatan seperti ini secara edukatif dan menyenangkan melalui metode interaktif, seperti bercerita, pemutaran video edukasi, serta pengenalan dan interaksi langsung dengan satwa yang dilakukan secara aman dan terkontrol," katanya.
Anak-anak diajak mengenal berbagai jenis hewan sekaligus memahami bahwa satwa merupakan makhluk hidup yang harus disayangi dan dilindungi.
Kegiatan bertajuk "Hewan Sahabatku: Belajar Mengenal, Menyayangi, dan Melindungi Hewan Sejak Dini" tersebut digelar di Sekolah Dian Harapan Bangka dengan melibatkan puluhan anak dan pendamping.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyampaian pesan edukatif mengenai pentingnya bersikap ramah terhadap satwa dilanjutkan pengenalan beberapa jenis satwa secara singkat di dalam kelas melalui cerita interaktif, pemutaran video edukasi, dan sesi tanya jawab yang melibatkan partisipasi aktif siswa.
Selain edukasi dalam kelas, pihaknya juga mengajak anak-anak melihat dan berinteraksi langsung dengan satwa yang telah disiapkan, antara lain burung makaw, sun conure, burung unta, kucing, anjing, kelinci, sugar glider, iguana, kura-kura, dan sejumlah jenis ikan lokal.
Pada sesi ini, anak-anak didampingi pemandu untuk mengenali ciri-ciri hewan, memahami cara memperlakukan hewan dengan baik, dan mengenal kebutuhan dasar satwa secara sederhana dan aman.
Pemandu satwa Yudianto yang ikut memberikan pendampingan langsung agar anak-anak dapat berinteraksi dengan hewan secara aman mengatakan kegiatan seperti itu penting dilakukan agar anak-anak mendapatkan informasi jelas mengenai perilaku satwa dan cara memperlakukan dengan baik.
"Kegiatan seperti ini merupakan bagian dari komitmen dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini," ujarnya.
Menurut dia, kepedulian terhadap satwa tidak dapat dibentuk secara instan, melainkan perlu ditanamkan sejak usia dini agar anak-anak tumbuh dengan nilai empati dan tanggung jawab terhadap makhluk hidup di sekitarnya.
Guru Sekolah Dian Harapan Bangka, Priskila, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan mengapresiasi kolaborasi yang terjalin.
"Kegiatan edukasi semacam ini membantu proses pembelajaran karakter, khususnya dalam membentuk sikap peduli, cinta lingkungan, dan menghargai kehidupan," katanya.
Melalui program ini, diharapkan anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman bermakna yang dapat membentuk sikap peduli terhadap satwa dalam kehidupan sehari-hari.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026