Pangkalpinang (ANTARA) - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Suyudi Ario Seto menyebut Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berpotensi dimanfaatkan jaringan sindikat narkoba internasional dalam menyeludupkan barang haram itu.

"Ini ancaman nyata, sehingga Kepulauan Babel butuh perhatian khusus memberantas narkoba ini," kata Suyudi Ario Seto dalam keterangan pers diterima di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan posisi strategis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai jalur lintas Pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan yang kerap dimanfaatkan jaringan sindikat narkoba dalam menyeludupkan narkoba ini.

"Posisi daerah kepulauan ini menjadikan Babel sebagai wilayah yang berpotensi menjadi jalur penyeludupan narkoba antar-pulau dan bahkan negara," katanya.

Ia menyatakan dalam memberantas narkoba ini maka dibutuhkan sinergi yang kuat antara pusat dan daerah dalam pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi narkoba untuk mewujudkan Bangka Belitung yang bersih, sehat, dan berdaya saing.

"BNN telah melakukan penangkapan terhadap beberapa jaringan sindikat narkoba di Kepulauan Babel dan ini akan terus ditingkatkan lagi untuk menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba ini,” katanya.

Gubernur Kepulauan Babel Hidayat Arsani menegaskan pemerintah provinsi ini terus memperkuat upaya memerangi peredaran narkoba dari hulu hingga hilir untuk mewujudkan Babel bebas narkoba.

"Narkoba adalah musuh besar negara. Ini bukan lagi soal kepedulian, tetapi kewajiban kita bersama untuk bangsa dan negara. Pemerintah daerah akan berusaha maksimal,” ujarnya.



Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026