"Saat ini stok gula pasir di Babel aman sehingga kami mengimbau seluruh masyarakat tidak khawatir terhadap persediaan gula di tingkat pedagang distributor maupun pedagang pengecer," kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Babel Ridwan di Pangkalpinang, Selasa.
Ia menjelaskan, rincian stok gula pasir di enam kabupaten dan kota di Babel yaitu, PT Bina Purnama Bersama 80 ton, PT Globus Internusa Belitung 250 ton dan PT Bangka Alam Sejahtera 100 ton.
Selanjutnya UD Mawar Jaya 100 ton dan Akon 25 ton. Sedangkan perkembangan harga gula pasir di tingkat pedagang distributor juga masih stabil yaitu Rp12.000 per kiloram (Kg).
Dilihat permintaan gula pasir dari masyarakat Babel berdasarkan hari-hari biasa dengan persediaan stok sebanyak 555 ton masih cukup untuk memenuhi permintaan konsumen selama tiga minggu ke depan.
"Akan tetapi, mengingat dalam beberapa hari ke depan akan ada kegitan agama yang besar yaitu Hari Raya Natal dan ditambah dengan peringatan tahun baru 2013 diperkirakan permintaan itu akan terus meningkat secara signifikan," ujarnya.
Menurut dia, untuk mengantisipasi permintaan yang kian melunjak, pemerintah selalu mengimbau para pedagang distributor untuk terus meningkatkan stok barangnya agar tidak terjadi kelangkaan barang yang mengakibatkan harga barang melambug tinggi.
Sementara itu, Ridwan mengakui perkembangan harga barang di Babel cenderung lebih tinggi dibanding daerah lainnya, mengingat sebagian besar kebutuhan masyarakat dipasok dari luar pulau seperti Jawa dan Sumatera.
Oleh karena itt, kata dia, masyarakat diharapkan terus meningkatakn produksi pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk luar daerah.
"Kami mengimbau masyarakat agar lebih mengutamakan produk pangan lokal, karena kualitasnya lebih terjamin dibanding produk luar daerah," katanya.
Editor : Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.