Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meraih Predikat Madya pada Universal Health Coverage (UHC) Award 2026, sebagai bentuk konsistensi kebijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan dasar kesehatan masyarakat.

"Keberhasilan ini merupakan hasil dari kebijakan yang sejak awal menempatkan jaminan kesehatan masyarakat sebagai program prioritas pemerintah provinsi," kata Gubernur Kepulauan Babel Hidayat Arsani di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan capaian predikat Madya UHC Award 2026 ini atau meningkat dari kategori pertama pencapaian UHC, sebagai bentuk komitmen Pemprov Kepulauan Bangka Belitung untuk meningkatkan pelayanan dasar masyarakat yang adil, merata dan berkelanjutan untuk menyukseskan Indonesia Emas 2045.

“Sejak awal, saya menegaskan bahwa UHC dan JKN merupakan program prioritas, karena negara dan pemerintah daerah wajib hadir memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang adil, merata, dan berkualitas,” ujarnya.

Ia menambahkan keberhasilan naik kelas ke kategori madya menjadi bukti bahwa arah kebijakan yang konsisten, didukung kolaborasi lintas sektor dan kabupaten, kota, mampu menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Penjabat Sekda Kepulauan Babel Fery Afriyanto menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh pihak, baik pemerintah provinsi, kabupaten, kota, perangkat daerah, hingga mitra strategis.

“Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Babel di bawah kepemimpinan Gubernur Hidayat Arsani dalam memastikan masyarakat Babel terlindungi melalui jaminan kesehatan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menyatakan kedepannya, Pemprov Kepulauan Babel berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan, memperluas cakupan kepesertaan JKN, serta memperkuat keberlanjutan pembiayaan sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia.

Kepala BPJS Kesehatan Pangkalpinang, Aswalmi Gusmita menyampaikan apresiasi atas capaian Pemprov Babel, dengan tingkat keaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan yang telah melampaui 83 persen.

"Alhamdulillah, keaktifan kepesertaan di Babel di atas 83 persen, mudah-mudahan ini menjadi bahan evaluasi bagi seluruh jajaran kepala daerah kabupaten/kota untuk sama-sama kita di provinsi mempertahankan atau pun bisa menjadi lebih baik untuk meningkatkan keaktifan kepesertaan BPJS kesehatan di wilayah masing-masing," ujarnya. 



Pewarta: Aprionis
Editor : Joko Susilo

COPYRIGHT © ANTARA 2026