Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meningkatkan pelayanan rumah singgah keluarga pasien yang sedang berobat rujukan di Palembang sebagai bentuk komitmen dalam menjamin kesejahteraan warga.

"Peningkatan pelayanan ini terus kami lakukan agar keluarga pasien terbantu saat mengantar anggota keluarga yang menjalani pengobatan di Palembang," kata Wakil Bupati Bangka Barat Yus Derahman di Mentok, Senin.

Ia mengatakan pihaknya secara berkala melakukan pemantauan dan evaluasi di rumah singgah pasien tersebut agar tempat singgah sementara itu nyaman dan mampu memberikan pelayanan terbaik untuk warga.

"Akhir pekan lalu kami sudah melakukan kunjungan langsung ke Rumah Singgah Pasien di Palembang, kita ingin pelayanan di rumah itu menerapkan terhadap Standar Pelayanan Minimal (SPM) bagi para pasien," katanya.

Pada kesempatan itu, Yus Derahman bertemu langsung dengan pengurus rumah singgah dan sejumlah keluarga pasien asal Bangka Barat yang sedang mengantar anggota keluarga berobat di Palembang.

"Kami menerima sejumlah informasi dan masukan dari pengurus terkait kondisi terkini fasilitas dan perlunya menambah beberapa sarana dan prasarana penunjang untuk meningkatkan kenyamanan pasien dan keluarga," katanya.

Pada kesempatan itu, Yus Derahman langsung merespons kebutuhan mendesak berupa penyediaan dua unit kipas angin untuk meningkatkan sirkulasi udara dan kenyamanan di ruang tunggu, dan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat untuk mengubah tata letak alat penunjang agar ruang tamu yang panas bisa nyaman digunakan.

Rumah Singgah Pasien di Palembang beroperasi di bawah Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat saat ini memiliki delapan kamar, tujuh kamar untuk pasien dan keluarga pendamping, sedangkan satu kamar digunakan untuk petugas pengurus rumah singgah.

Keberadaan rumah singgah pasien itu merupakan salah satu bentuk komitmen Pemkab Bangka Barat memberikan fasilitas layak bagi keluarga pendamping dan pasien yang dirujuk berobat ke rumah sakit di Palembang.

"Kami akan terus memantau kelayakan fasilitas ini agar warga yang sedang berikhtiar mencari kesembuhan tidak terbebani masalah akomodasi. Evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk memastikan sarana kesehatan dan pendukungnya tetap berada pada standar yang optimal," katanya.

Salah satu pendamping pasien yang menginap di rumah singgah, Dedi Friadi mengatakan pelayanan baik dan membantu saat dirinya mengantar anak operasi di Palembang.

"Selain tidak dipungut biaya sampai proses pengobatan selesai, kita juga disiapkan peralatan memasak, kompor, gas, air minum, mesin cuci, kursi roda, dan lainnya, yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan harian," katanya.

Di rumah itu juga disiapkan satu unit sepeda motor yang bisa digunakan bergantian belanja ke pasar, dan seluruh kamar dilengkapi dengan pendingin udara, dan disiapkan kamar mandi di dalam masing-masing kamar.

Lokasi rumah singgah dekat dengan Rumah Sakit Dr Mohammad Hoesin Palembang (jarak sekitar 400 meter), rumah singgah juga dekat dengan pasar (sekitar 150 meter).

Bagi keluarga pasien rujukan yang ingin mendapatkan pelayanan menginap di rumah singgah itu diharapkan melakukan konfirmasi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, karena ketersediaan kamar terbatas.



Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026