"Kami menargetkan sawah baru ini sudah dapat ditanami padi pada musim tanam 2014, sehingga produksi padi petani akan semakin meningkat,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Realisasi cetak sawah baru di Provinsi Bangka Belitung (Babel) pada 2013 mencapai 75 persen dari yang ditargetkan seluas 2.500 hektare dan tahun ini diharapkan tercapai.
"Kami menargetkan sawah baru ini sudah dapat ditanami padi pada musim tanam 2014, sehingga produksi padi petani akan semakin meningkat," kata Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Babel, Sunardi di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menjelaskan, pada tahun ini, Bangka Belitung mendapat bantuan mencetak 2.500 hektare sawah baru yang tersebar di Kabupaten Belitung Timur seluas 1.000 hektare, Bangka Barat 1.000 hektare dan Bangka Selatan 500 hektare.
"Dana bantuan cetak sawah baru ini sebesar Rp25 miliar merupakan bantuan sosial Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi padi dan kesejahteraan petani," ujarnya.
Ia mengatakan, anggaran cetak sawah baru sebesar Rp10 juta per hektare ini belum memadai untuk menjadikan sawah siap tanam padi.
"Untuk menjadikan sawah siap tanam membutuhkan dana Rp20 juta per hektare, namun karena minat petani yang cukup tinggi, mereka bergotong royong untuk menjadikan areal sawah baru tersebut menjadi sawah siap tanam," ujarnya.
Menurut dia, dengan adanya cetak sawah baru ini, ditargetkan produksi padi petani akan mengalami peningkatan sebesar 10 persen seiring semakin luasnya persawahan sawah yang dikelola petani.
"Saat ini, luas lahan padi sawah di Bangka Belitung mencapai 10.500 hektare tersebar di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung dan Belitung Timur yang masih belum dikelola dengan maksimal," ujarnya.
Sementara itu, produksi padi di Bangka Belitung 2012 mencapai 22.975 ton gabah kering giling (GKG) atau naik 51,05 persen dibanding produksi padi tahun sebelumnya 15.210 ton GKG.
Sementara itu, angka prognosa 2013, produksi sebesar 32.762 ton GKG atau naik sebesar 9.787 ton (42,60 persen) dibandingkan dengan produksi 2012.
"Saat ini, produksi padi petani belum mampu memenuhi konsumsi beras warga, sehingga Babel masih ketergantungan pasokan beras dari Pulau Jawa dan Sumatera. Mudah-mudahan dengan adanya cetak sawah baru ini akan mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar daerah," ujarnya.
Pewarta: pewarta: aprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.