Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koperasi dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menjalin kolaborasi untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia dengan memberdayakan masyarakat melalui koperasi.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, program prioritas nasional Koperasi Desa Merah Putih perlu disinergikan dengan BP Taskin agar koperasi tidak hanya menjadi instrumen penggerak ekonomi masyarakat desa dan kelurahan, tetapi juga berperan langsung dalam membantu mengatasi persoalan kemiskinan di seluruh daerah.
"Melalui kerja sama dengan BP Taskin, kami juga sepakat untuk menyempurnakan basis data yang dibutuhkan, baik untuk percepatan pengentasan kemiskinan maupun untuk kepentingan pengelolaan koperasi. Basis data ini penting agar langkah dan intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dalam operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih," kata Ferry dalam penandatanganan kerja sama pengentasan kemiskinan melalui koperasi di Jakarta, Selasa.
Ia mengemukakan, pemerintah juga akan terus berkolaborasi memberdayakan masyarakat desa, kelompok-kelompok tani, hingga komunitas-komunitas lainnya untuk bergabung dalam Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu upaya untuk mengentaskan kemiskinan.
"Kami juga akan mentransformasikan berbagai lembaga masyarakat desa hutan di lingkungan Perhutani, serta kelompok usaha perhutanan sosial, menjadi koperasi. Transformasi ini juga merupakan bagian dari strategi percepatan pengentasan kemiskinan," ujar dia.
Sementara itu, Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko mengemukakan, kerja sama Kemenkop dan BP Taskin ini bertujuan untuk memberikan nilai ekonomi atas kerja-kerja sosial yang selama ini dilakukan masyarakat miskin.
"Kami mengusulkan agar kerja-kerja sosial masyarakat miskin ini, selama mereka memiliki tenaga, waktu, dan kemauan, diberikan valuasi ekonomi. Aktivitas seperti membersihkan kampung, merawat hutan, merawat lansia, dan mendampingi anak-anak harus dihargai. Dari sinilah kami menyepakati pengembangan alat tukar sosial dan alat tukar usaha bersama Kementerian Koperasi," ujar Budiman.
Nantinya, kerja-kerja tersebut akan dihitung menjadi poin amal sosial yang dapat dikonversi menjadi poin amal usaha, lalu dikembangkan melalui Koperasi Desa Merah Putih. Melalui pendekatan tersebut, pengentasan kemiskinan dapat dilakukan lebih cepat tanpa membebani APBN.
"Jika negara lain membutuhkan puluhan tahun, Insya Allah Indonesia bisa mencapainya dalam waktu yang jauh lebih singkat. Syaratnya, kebaikan sosial harus dilembagakan, diberi valuasi, dan ditopang teknologi. Kemenkop akan menghimpunnya menjadi usaha kolektif yang sehat dan berbasis gotong royong. Kami memastikan masyarakat miskin dihargai terlebih dahulu melalui kerja dan kontribusi mereka," ucap Budiman.
Pewarta: Lintang Budiyanti PrameswariUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026