Koba, Babel, (ANTARA) - Bupati Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Algafry Rahman mengatakan budi daya semangka sebagai tanaman tumpang sari di lahan perkebunan sawit, di Kecamatan Lubuk Besar, Bangka Tengah, berhasil panen hingga 80 ton dalam satu siklus.
"Kebun semangka tersebut, memanfaatkan lahan perkebunan sawit seluas empat hektare dan menghasilkan hingga 80 ton dalam satu siklus panen," kata Algafry saat meninjau kebun semangka milik Saptono (50), warga Desa Lubuk Pabrik, Sabtu.
Ia mengatakan budi daya tersebut, juga dapat dilakukan di kecamatan lain karena dapat meningkatkan pendapatan petani.
"Saya melihat pengembangan hortikultura, khususnya semangka, di Lubuk Besar sangat berhasil. Pola ini bisa menjadi contoh bagi kecamatan lain untuk meningkatkan pendapatan petani,” kata Algafry saat meninjau kebun semangka milik Saptono (50), warga Desa Lubuk Pabrik, Sabtu.
Menurut Algafry, pemanfaatan lahan sawit untuk hortikultura merupakan inovasi yang dapat mendorong diversifikasi usaha tani dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, kata Algafry, terus mendampingi dan membina para petani untuk mengembangkan hortikultura secara berkelanjutan di berbagai wilayah.
Selain memberikan nilai tambah ekonomi, budi daya tanaman semangka di lahan sawit juga mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur di sela tanaman utama.
Pola tumpang sari tersebut dinilai efektif karena tidak mengganggu produktivitas sawit, sekaligus memberikan sumber pendapatan tambahan bagi petani.
Algafry berharap keberhasilan yang dicapai petani di Kecamatan Lubuk Besar dapat memotivasi petani lain untuk beralih atau menambah komoditas hortikultura yang bernilai jual tinggi.
"Peran kelompok tani dan penyuluh pertanian juga sangat penting dalam mendampingi petani, mulai dari proses tanam hingga pemasaran hasil panen," ujar Algafry.
Pewarta: AhmadiEditor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026