Pangkalpinang (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bersama Pemerintah Kabupaten Belitung Timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan Program Trade In LPG bersubsidi ke LPG non-subsidi, agar penyaluran LPG bersubsidi di daerah tepat sasaran.

"Program ini menyasar konsumen yang secara ekonomi sudah mampu agar beralih menggunakan LPG nonsubsidi," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi dalam keterangan pers diterima LKBN ANTARA Babel di Pangkalpinang, Jumat.

Ia mengatakan, Program Trade In LPG bersubsidi ke non-subsidi telah dimulai Kamis (26/2) di halaman Kantor Camat Manggar Kabupateng Belitung Timur, dengan skema penukaran tiga tabung LPG tiga kilogram menjadi satu tabung LPG 12 kilogram.

Selanjutnya, skema penukaran dua tabung LPG tiga kilogram menjadi satu tabung LPG 5,5 kilogram (Bright Gas) dan program terbuka untuk umum dengan persyaratan membawa KTP dan kartu keluarga sebagai bentuk verifikasi data penerima manfaat.

“Kami mengajak masyarakat mampu serta pelaku usaha di sektor perhotelan, restoran, kafe, laundry, serta usaha kuliner lainnya untuk menggunakan LPG nonsubsidi," katanya.

Menurut dia, dengan beralih masyarakat ke bright gas, maka konsumen turut mendukung kebijakan subsidi tepat sasaran sehingga LPG tiga kilogram dapat lebih difokuskan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Rusminto.

Salah satu peserta Program Trade In LPG subsidi ke nonsubsidi, Rina memanfaatkan program trade in dengan menukarkan dua tabung LPG 3 kilogram miliknya menjadi Bright Gas 5,5 kilogram.

"Tabung LPG 3 kilogram yang ditukarkan ini merupakan peninggalan saat dirinya masih berstatus tenaga honorer. Setelah resmi menjadi ASN dan kondisi ekonominya lebih stabil dan saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk tidak lagi menggunakan LPG bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu," katanya.

Ia mengaku keputusan menukarkan tabung LPG bersubsidi ke nonsubsidi ini merupakan inisiatif pribadi sebagai bentuk kesadaran dan dukungan terhadap kebijakan subsidi tepat sasaran, bukan karena adanya kewajiban khusus berdasarkan profesi tertentu.

"Pertamina sudah menegaskan bahwa program ini ditujukan kepada seluruh masyarakat yang secara ekonomi sudah mampu untuk beralih ke LPG non-subsidi," katanya.



Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026