Sungailiat (ANTARA) - Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) RI melakukan tahap pengurusan penerbitan visa haji untuk calon jamaah haji berasal dari Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan calon jamaah berasal dari daerah lain di Indonesia..

"Saat ini, Kemenhaj RI sedang dalam proses pengurusan visa haji untuk 269 orang calon jamaah haji reguler yang akan diberangkatkan ke tanah suci Makkah tahun 2026," kata Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Bangka Giapul Prabungga di Sungailiat, Senin.

Ia mengatakan setiap calon haji wajib memegang visa haji sebagai dokumen izin masuk resmi yang diterbitkan pemerintah Arab Saudi untuk memfasilitasi umat Muslim menunaikan ibadah haji.

"Visa haji merupakan dokumen sangat penting karena menjadi kunci bagi jamaah untuk memasuki Arab Saudi secara legal. Kepemilikan visa haji juga menjamin bahwa calon jamaah telah melalui proses verifikasi yang diperlukan, seperti pemeriksaan kesehatan dan administrasi," kata dia.

Ia mengatakan ratusan calon haji Kabupaten Bangka masuk dalam Kelompok Terbang (Kloter) 8 PLM dan 9 PLM, yang akan diberangkatkan ke Madinah pada 2 dan 3 Mei 2026 melalui embarkasi Palembang, Sumatera Selatan, sedangkan satu hari sebelumnya sudah masuk asrama haji di Kota Pangkalpinang.

"Jumlah calon jamaah haji di kloter 8 sebanyak 248 orang termasuk satu orang pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU)," katanya.

Calon jamah haji berasal dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tergabung dalam kloter 7, 8, dan 9. Setiap kloter terdiri atas 445 orang yang terbagi dalam 11 rombongan, dengan maksimal 42 orang per rombongan. Jumlah itu sudah termasuk petugas kloter.

Selain dalam proses pengurusan visa haji, pihaknya telah menyiapkan koper untuk calon haji sebanyak jumlah calon jamaah yang akan diberangkatkan ke tanah suci, Makkah.

"Bagi calon jamaah haji, supaya dapat mengambil koper yang ditandai pita di Kantor Kementerian Haji dan Umroh Bangka," katanya.

Dia menjelaskan setiap koper besar berisi perlengkapan tambahan berupa satu koper kecil atau tas kabin, tas paspor, serta satu tas sandang Armuzna yang khusus dipakai saat berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.



Pewarta: Kasmono
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026