Koba, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengintensifkan sosialisasi peran pos pelayanan terpadu (posyandu) untuk mencegah stunting.

Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda di Koba, Kamis, mengatakan tingkat partisipasi masyarakat untuk datang ke posyandu masih tergolong rendah, yakni hanya sekitar 50 persen, sementara sejumlah posyandu juga belum aktif menjalankan kegiatan pelayanan kesehatan.

“Karena itu kami mendorong kepala desa dan seluruh perangkatnya untuk berperan mengaktifkan kembali kegiatan kesehatan di posyandu sebagai gerbang pertama dalam mendeteksi dini gejala stunting," katanya.

Ia menjelaskan, meskipun saat ini fasilitas kesehatan seperti puskesmas sudah tersedia di setiap kecamatan, namun keberadaan posyandu tetap menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah desa, daerah pinggiran, hingga kawasan pesisir.

Menurut dia, ke depan kegiatan di posyandu harus lebih terjadwal, inovatif, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan dasar secara terintegrasi.

“Posyandu tidak hanya melayani pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga bagi lanjut usia, ibu hamil, serta deteksi awal berbagai gejala penyakit lainnya,” ujarnya.

Efrianda juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah membangun gedung posyandu yang representatif di Desa Taib, Kelurahan Dul, sebagai bentuk komitmen memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat.

“Ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan peran posyandu, karena kami meyakini posyandu menjadi gerbang pertama untuk mendeteksi dini gejala stunting,” katanya.

Sekretaris Daerah Bangka Tengah Ahmad Syarifullah Nizzam mengatakan berbagai fasilitas pelayanan di posyandu saat ini telah dipersiapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

“Seluruh pelayanan dasar sekarang sudah tercakup di posyandu. Tugas kita saat ini adalah mengarahkan masyarakat agar benar-benar memanfaatkan layanan yang tersedia dengan baik,” ujarnya.



Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026