Koba, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memfokuskan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), kesejahteraan masyarakat dan percepatan pertumbuhan ekonomi dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.

Sekretaris Daerah Bangka Tengah Ahmad Syarifullah Nizzam di Koba, Kamis, mengatakan tiga persoalan utama yang dihadapi daerah tersebut saat ini adalah kualitas SDM, kesejahteraan masyarakat, dan kontraksi ekonomi.

“Ketiga tema ini kita tuangkan dalam RKPD 2027 karena memiliki dampak jangka panjang terhadap pembangunan daerah,” kata Nizzam.

Ia menjelaskan saat ini pertumbuhan ekonomi Bangka Tengah tergolong tinggi, namun belum diikuti dengan penurunan angka kemiskinan yang signifikan dibandingkan daerah lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menurut dia, kondisi tersebut terjadi karena pertumbuhan ekonomi daerah masih didominasi sektor tertentu, terutama pertambangan. Sementara sektor lain, seperti pertanian belum tumbuh optimal untuk mendorong pemerataan ekonomi.

“Ini bisa kita sebut pertumbuhan ekonomi masih ditakar pada sektor tertentu saja. Pertumbuhan banyak digali dari sektor pertambangan, padahal sektor lain seperti pertanian juga memiliki potensi besar dan menyerap banyak tenaga kerja,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah daerah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata sekaligus meningkatkan kualitas SDM masyarakat.

“Maka pada hari ini, kita ingin ekonomi tumbuh, namun kualitas SDM juga harus ditingkatkan karena IPM kita masih rendah yaitu sekitar 7,3,” katanya.

Ia mengatakan, pemerintah daerah perlu menyusun strategi pembangunan yang lebih terarah dan berbasis indikator capaian hingga 2027.

Nizzam juga menyinggung kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bangka Tengah yang mengalami kontraksi pada 2025, namun mulai menunjukkan grafik membaik pada 2026.

“Artinya ekonomi Bangka Tengah tidak hanya didukung pada sektor tertentu saja, tetapi harus diperkuat dengan sektor lain agar lebih stabil,” ujarnya.



Pewarta: Ahmadi
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026