Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan stok bahan bakar minyak (BBM) selalu tersedia di seluruh tanah air, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan panik dengan membeli komoditas tersebut secara berlebihan.
"Pasokan BBM nasional dalam kondisi aman karena produksi dan distribusi terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai standar stok operasional yang telah ditetapkan pemerintah," jelas Menteri Bahlil dikutip dari tayangan Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu.
Bahlil menjelaskan kapasitas tampung tangki timbun di dalam negeri memang terbatas.
"Dengan keterbatasan daya tampung tangki timbun (BBM) kita yang ada, kapasitas tampung kita itu tidak lebih dari 25 hari. Sementara, stok yang tersedia, kapasitasnya hingga 23 hari. Tetapi, bukan berarti 23 hari ini habis (dalam 23 hari). Bukan itu maksudnya. Itu daya tampungnya," jelasnya.
Menteri ESDM menegaskan lagi angka stok BBM yang setara dengan 23 hari itu, bukan berarti persediaan tersebut akan habis dalam waktu 23 hari.
Angka itu hanya menunjukkan bahwa kapasitas stok yang tersimpan di tangki penyimpanan di suatu waktu.
Untuk memperjelas cara kerja pasokan, Bahlil memberi perumpamaan sederhana, yakni stok BBM ibarat toren atau penampung air yang akan terisi ulang secara otomatis saat volume berkurang.
"Jika stok BBM tiga hari keluar, maka produksi di kilang kita juga keluar untuk mengisi stok yang ada. Masuk lagi, isi lagi, kayak toren air di rumah kita. Iya, kayak gitu. Toren air di rumah, dipakai mandi, habis itu kan mesinnya langsung memompa lagi. Jadi, jangan dipikir 21 hari itu minyak kita habis (dalam 21 hari). Bukan itu maksudnya," jelasnya lagi.
Menurut dia, stok BBM bersifat dinamis karena setiap hari ada BBM yang didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara pada saat yang sama pasokan baru juga terus masuk, baik dari produksi kilang dalam negeri maupun dari impor.
Menteri Bahlil menambahkan pasokan BBM tidak hanya bergantung pada satu sumber.
Selain dipasok dari produksi kilang dalam negeri, ketersediaan BBM juga diperkuat melalui impor dari berbagai negara, tidak hanya bergantung pada pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Pasokan tersebut juga diambil dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, sehingga situasinya aman dan tidak terkait langsung dengan kondisi di Selat Hormuz.
Sebagai langkah jangka panjang, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, menurut Bahlil, pemerintah akan meningkatkan kapasitas penyimpanan.
Rencana itu mencakup pembangunan infrastruktur penyimpanan baru yang mampu menampung stok BBM setidaknya untuk tiga bulan.
Pewarta: Kelik DewantoUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026