Belitung (ANTARA) - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang terus berkomitmen dalam mendukung pengembangan dan kemajuan pariwisata Belitung atau dikenal dengan julukan Negeri Laskar Pelangi.

‎"KEK Tanjung Kelayang hingga saat ini terus melaksanakan komitmennya dalam pengembangan pariwisata Belitung," kata Direktur KEK Tanjung Kelayang, Daniel Alexander usai menghadiri rapat pembahasan percepatan pembangunan KEK Tanjung Kelayang di Tanjungpandan, Rabu.

‎Menurutnya, baru-baru ini dukungan tersebut juga dibuktikan dengan kehadiran Dubes RI untuk Singapura, Hotmangaradja Panjaitan di KEK Tanjung Kelayang.

‎"Kita melihat bagaimana kunjungan-kunjungan perwakilan dari pemerintah pusat yang hadir ke Belitung itu adalah wujud dari kinerja kita bersama-sama, bergotong royong, mempromosikan, dan membangun ekosistem pariwisata di Belitung," ujarnya.

‎Ia menjelaskan, KEK Tanjung Kelayang juga mengajak seluruh pihak bersama-sama mensukseskan setiap agenda pariwisata yang bawa oleh pihaknya ke Belitung.

‎"Salah satunya dalam waktu dekat adalah myBCA Belitung Multisport Festival nanti yang diselenggarakan bulan ini di KEK Tanjung Kelayang," katanya.

‎Daniel berharap, event bertaraf internasional ini akan menjadi angin segar bagi pariwisata Belitung di tahun 2026.

‎"Kita akan melihat bagaimana orang dari seluruh Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya hadir untuk bisa melihat indahnya Belitong UNESCO Global Geopark tepatnya geosite Tanjung Kelayang," ujarnya.

‎Ia menegaskan, dari dulu KEK Tanjung Kelayang fokus mengembangkan infrastruktur aksesibilitas dalam ekosistem pariwisata Belitung.

‎Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Menpar RI 2014-2019 Arief Yahya bahwa untuk mengembangkan pariwisata ada tiga aspek yakni aksesibilitas, amenitas, dan atraksi (3A).

‎"Sekarang kami sedang fokus dan dari dulu fokus mengembangkan infrastruktur aksesibilitas menuju Belitung, apa pun yang kita kerjakan kalau tidak bisa diakses dan konektivitas, itu akan sangat sulit mewujudkannya, maka aksesibilitas adalah prioritas utama, karena amenitas dan atraksinya sebenarnya juga sudah ada" katanya.

‎Ia mencotohkan, pada waktu peak season bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah yang mana momentum libur sekolah begitu banyak orang-orang yang tidak bisa ke Belitung karena terbatasnya jumlah maskapai.

"Jadi infratruktur mencakup banyak hal, dan infrastruktur sekarang yang menjadi prioritas utama adalah infrastruktur aksesibilitas menuju ke Belitung, kita fokus ke penerbangan domestik premium, maskapai yang tentunya karena itu menyangkut nama baik Belitung, selanjutnya merealisasikan penerbangan internasional perdana pasca pandemi Covid-19," ujarnya.



Pewarta: Apriliansyah
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026