Belitung (ANTARA) - Pemerintah Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Festival Kampong Nek Raje dalam rangka memperingati Hari Jadi Desa Tanjung Binga ke-276 tahun 2026 sebagai upaya merawat sejarah dan kebhinekaan lintas generasi, Sabtu (2/5).
Kepala Desa Tanjung Binga Tarmuzi di Sijuk, Sabtu mengatakan bahwa peringatan ini merupakan momentum penting bagi masyarakat untuk memahami akar sejarah desa secara utuh melalui penelusuran narasumber yang kredibel.
"Kegiatan ini bukan sekadar seremonial atau hura-hura, tetapi bagaimana kami mengajak lintas generasi untuk memaknai hari jadi Desa Tanjung Binga sebagai momentum untuk kita bersama-sama melihat sejarah desa," katanya.
Ia menjelaskan, panitia telah bekerja maksimal melakukan riset dan penelusuran referensi untuk menetapkan tanggal resmi hari jadi desa agar memiliki dasar sejarah yang kuat.
Tarmuzi menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Tanjung Binga yang terdiri dari berbagai latar belakang suku dan budaya.
"Kita meletakkan dasar-dasar pada pondasi yang utuh dengan merawat kebhinekaan antar suku budaya yang berbeda," katanya.
Selain dimensi historis, festival ini juga diproyeksikan sebagai instrumen penguatan ekonomi kerakyatan.
Kehadiran para pelaku UMKM, baik dari lingkungan desa maupun luar daerah, diharapkan mampu menghidupkan sektor ekonomi lokal melalui transaksi perdagangan selama acara berlangsung.
Pihak Pemerintah Desa Tanjung Binga menargetkan Festival Kampong Nek Raje dapat naik kelas dan diakui secara luas sebagai bagian dari daya tarik wisata daerah.
"Kami berharap ke depannya kegiatan ini bisa menjadi ajang untuk meningkatkan ekonomi warga dan dapat masuk dalam kalender kegiatan resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung," ujarnya.
Festival Kampong Nek Raje juga mendapatkan dukungan dari pihak Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang yang memberikan kontribusi nyata berupa bantuan penyiapan lapangan yang menjadi pusat lokasi penyelenggaraan festival.
Dukungan juga diarahkan pada penguatan sektor kebudayaan dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tanjung Binga.
Perwakilan manajemen KEK Tanjung Kelayang, Albert menjelaskan bahwa kehadiran mereka di tengah perayaan desa ini adalah upaya untuk mempererat tali silaturahmi.
Menurutnya, keberadaan KEK harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga sekitar.
"Keterlibatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian kami, sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi antara pihak KEK dengan masyarakat setempat," ujar Albert.
Lebih lanjut, Albert menekankan bahwa keharmonisan antara pengelola kawasan ekonomi dengan penduduk asli adalah kunci utama dalam menciptakan pembangunan yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga inklusif.
"Artinya, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari kemajuan ekonomi di wilayah tersebut," katanya.
Ia berharap melalui sinergi ini hubungan antara KEK Tanjung Kelayang dan Desa Tanjung Binga terus meningkat.
"Sehingga mampu memberikan dampak positif yang luas baik dari sisi sosial-budaya maupun peningkatan ekonomi kerakyatan bagi seluruh pihak," ujarnya.
Pewarta: ApriliansyahUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026