Jakarta (ANTARA) - Penyerang tim nasional Indonesia era 1980-an Bambang Nurdiansyah, akrab disapa Banur, mengatakan pelatih John Herdman memberikan skuad Garuda gaya bermain baru.
"Dalam waktu yang singkat, dia memberikan bentuk baru untuk cara bermain timnas. Sejauh ini bagus, ya," ujar Bambang di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, salah satu yang paling mencolok dari timnas saat ini adalah kenyamanan dalam melakukan operan-operan pendek.
Hal tersebut membuat skuad Garuda lebih menguasai bola, seperti yang terlihat pada FIFA Series 2026 kala menang 4-0 atas St Kitts dan Nevis, Jumat (27/3) bahkan ketika takluk 0-1 dari Bulgaria di final, Senin (30/3).
Meski demikian, penyerang timnas Indonesia kala meraih emas SEA Games 1991 itu mengingatkan bahwa Herdman baru membawa skuadnya menjalani dua laga.
Menurut Bambang, masih banyak aspek yang perlu dievaluasi dari timnas Indonesia. Dia pun yakin tim kepelatihan timnas bisa menemukan kekurangan-kekurangan tersebut, sambil terus mengasah semua kelebihan.
"Kalau saya pribadi, timnas harus menambah pemain di sektor striker," tutur dia.
Pria yang kini menjabat sebagai direktur teknik Persita Tangerang itu pun merasa John Herdman mempunyai kemampuan untuk membawa timnas Indonesia berkembang.
Sebagaimana pencinta sepak bola nasional lainnya, Bambang berharap skuad Garuda semakin bersinar dari hari ke hari.
"Bersama John Herdman, harapannya tentu lebih baik dari sebelumnya," kata Bambang.
John Herdman merupakan juru taktik asal Inggris yang ditunjuk menangani timnas Indonesia sejak Januari 2026.
Laga debut Herdman bersama timnas Indonesia berjalan manis setelah menaklukkan St Kitts dan Nevis 4-0.
Torehan itu lebih baik dari dua pelatih timnas sebelumnya. Debut Shin Tae-yong bersama timnas Indonesia ditandai kekalahan 2-3 dari Afghanistan pada laga persahabatan di Dubai, Mei 2021.
Sementara saat debut Patrick Kluivert pada Maret 2025, Indonesia takluk 1-5 dari Australia dalam putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Pewarta: Michael Siahaan/Farras Ziyad MuhammadUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026