Tanjung Pandan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menata kawasan kota terintegrasi antara sentra usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan kantong parkir di Kota Tanjung Pandang, Belitung agar menjadi sentra ekonomi dan tertata rapi.
"Penataan kota menjadi perhatian serius karena pertimbangan jumlah pengunjung kota sebagai sentra ekonomi terus meningkat dan jumlah kendaraan yang bertambah," kata Bupati Belitung, Djoni Alamsyah di Tanjungpandan, Rabu.
Bupati mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari skema penataan kawasan modern, tertib dan produktif secara ekonomi.
"Zona parkir terencana tersebut adalah jalan Endek, kawasan Barata, dan titik-titik strategis lainnya di pusat Kota Tanjungpandan," ujarnya.
Ia mengatakan, zona parkir terencana tersebut akan dikembangkan menjadi kantong parkir resmi dan area yang tertata rapi.
"Area parkir nantinya tertata rapi, bukan seperti sekarang yang nampak liar di badan jalan," katanya.
Ia menegaskan, selama ini persoalan penataan parkir bukan tidak ditangani, tetapi pihaknya sedang mempersiapkan secara serius agar tidak menimbulkan masalah baru ke depannya.
"Sebelum melakukan tindakan ini, kami kaji cukup mendalam untuk menghindari konflik sosial, mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat," tegasnya.
Menurut dia, arah kebijakan pemerintah Kabupaten Belitung tidak ingin sekedar menertibkan atau memindahkan masalah dari satu titik ke titik lain, tetapi hendak menciptakan sistem parkir yang modern, tertib, nyaman, dan memberikan kontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD).
"Kami ingin penataan ini bukan hanya menjawab persoalan hari ini, tetapi menjadi pondasi tata kota Belitung ke depan. Kami kerjakan dengan perencanaan yang matang, bukan sekadar langkah cepat yang tidak berkelanjutan," katanya.
Pewarta: KasmonoEditor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026