Pangkalpinang (ANTARA) - Sebanyak 171 siswa telah mendaftar Program Kelas Beasiswa Pemali Boarding School yang diselenggarakan oleh PT Timah Tbk hingga Rabu (8/4), sejak dibuka pada 2 Maret 2026.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Pangkalpinang, Kamis, program beasiswa yang dilaksanakan di SMAN 1 Pemali untuk Tahun Ajaran 2026/2027 ini akan menutup pendaftaran pada 10 April 2026. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman https://spmb2026.beasiswatimah.com/home.php.
Program ini ditujukan bagi pelajar berprestasi dari keluarga berpenghasilan rendah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Riau. Tahun ini, sebanyak 36 siswa akan diterima untuk mengikuti pendidikan berbasis asrama tersebut.
Para pendaftar akan melalui sejumlah tahapan seleksi, meliputi seleksi administrasi, survei lapangan, tes potensi akademik, psikotes, wawancara, analisis psikologi klinis, validasi dokumen, serta tes kesehatan.
Kepala SMAN 1 Pemali, Eflina, mengatakan bahwa selain kemampuan akademik, kesiapan mental dan emosional menjadi faktor penting dalam seleksi.
“Persiapan akademik tentu penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah kesiapan emosional dan psikis. Boarding school berbeda dengan sekolah reguler karena siswa harus tinggal di asrama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, calon peserta diwajibkan memiliki nilai rapor minimal 75 pada mata pelajaran tertentu serta kesiapan menghadapi berbagai tahapan seleksi.
Selain itu, aspek kesehatan fisik juga menjadi perhatian karena siswa akan menjalani kegiatan belajar dan pembinaan secara intensif di lingkungan asrama.
Program Kelas Beasiswa PT Timah yang telah berjalan sejak tahun 2000 ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan akses pendidikan berkualitas dan mencetak generasi unggul.
Melalui program tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pembinaan akademik, tetapi juga penguatan karakter guna mempersiapkan mereka menghadapi persaingan di masa depan.
Eflina juga mengimbau para calon peserta untuk memiliki motivasi tinggi serta perencanaan masa depan yang jelas.
“Mereka harus memiliki gambaran cita-cita dan langkah yang akan ditempuh sejak awal, karena siswa dituntut lebih mandiri, disiplin, dan memiliki daya juang tinggi,” katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026