Pangkalpinang (ANTARA) - PT Timah (Persero) Tbk selama 2025 telah mereklamasi 354,05 hektare lahan pasca-tambang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagai komitmen perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di daerah itu.

"Pada 2026 ini, Emiten Tins ini telah mengajukan rencana reklamasi seluas 411,16 hectare yang akan dilaksanakan di Provinsi Kepulauan Babel," kata Departerment Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan di Pangkalpinang, Kamis.

Ia menegaskan komitmen PT Timah dalam melaksanakan reklamasi merupakan strategi perusahaan dalam memastikan kegiatan pertambangan yang dilaksanakan tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.

Melalui reklamasi darat, PT Timah melaksanakan kewajiban sekaligus tanggung jawab moral untuk memulihkan fungsi lahan pasca tambang agar dapat kembali produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Reklamasi darat akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan rencana kerja dan kondisi lapangan. Program reklamasi diawali dengan tahapan perencanaan terintegrasi, meliputi survei lokasi, sosialisasi, penataan lahan (regrading), pengelolaan tanah pucuk (top soil), hingga revegetasi atau penanaman.

Selain menanam tanaman cepat tumbuh, perusahaan juga mengedepankan tanaman produktif dan tanaman lokal guna mendukung pemulihan keanekaragaman hayati serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Reklamasi bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi juga wujud komitmen Perusahaan dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Kami berupaya agar lahan pasca tambang dapat kembali berfungsi, baik sebagai kawasan hijau, lahan produktif, maupun peruntukan lainnya yang memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain reklamasi darat, PT Timah juga secara paralel melaksanakan berbagai program pengelolaan lingkungan lainnya, seperti rehabilitasi daerah aliran sungai, penanaman mangrove, serta program konservasi keanekaragaman hayati.

"Melalui langkah nyata ini, PT Timah menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan operasional perusahaan dengan prinsip good mining practice, sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di Bangka Belitung," katanya.



Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026