Sungailiat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengakomodir permintaan perempuan tani yang tergabung dalam wadah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk menaikkan harga tandan buah (TBS) sawit di daerah itu.
"Kami tetap mengakomodir keluhan perempuan tani yang menyampaikan harga TBS di tingkat petani masih rendah di banding daerah lain," kata Bupati Bangka, Fery Insani di Sungailiat, Jumat.
Bupati mengatakan permintaan menaikkan harga TBS sawit akan disampaikan ke perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) yang melakukan aktivitas di wilayah Kabupaten Bangka.
"Pemerintah daerah tidak bisa mengatur harga TBS di pasar, kecuali hanya minta pihak perusahaan menyesuaikan harga TBS yang rasional," jelas dia.
Bupati mengakui sektor perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu sektor andalan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah.
"Meskipun pemerintah daerah tidak bisa mengendalikan harga TBS, terus berupaya maksimal agar harga TBS dapat disesuaikan atau disamakan dengan harga TBS dengan daerah lain," kata Fery Insani.
Dia menyarankan kepada seluruh pabrik kelapa sawit yang mengembangkan usaha di wilayah Kabupaten Bangka, supaya mematuhi ketentuan dan aturan harga TBS sawit yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.
Sementara itu, Ketua DPC Perempuan Tani HKTI Bangka Hermiwati mengatakan harga TBS sawit cenderung tidak mengalami kenaikan.
"Selain persoalan harga, masalah panjang antrian di pabrik sawit juga harus diselesaikan karena pihak petani yang dirugikan, semakin lama antrian berdampak penyusutan berat TBS," jelas dia.
Menurut dia, harga jual TBS sawit di Kabupaten Bangka lebih murah dibandingkan harga jual TBS di daerah lain di Sumatera, Riau, dan Sulawesi. Sementara harga pupuk mengalami kenaikan harga.
Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka pada Jumat (24/04) mencatat harga TBS sawit pada Jumat (24/02) non kemitraan atau kelapa sawit mandiri di pabrik kelapa sawit pada Jumat, 24 April 2026 mencapai harga Rp3.002 per kilogram atau mengalami kenaikan dibanding Kamis (23/6) seharga Rp2.988 per kilogram.
Pewarta: KasmonoEditor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026