Pangkalpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menyerahkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat tidak mampu, sebagai langkah pemerintah daerah setempat dalam menanggulangi kemiskinan di daerah itu.
"Bantuan sosial ini merupakan bukti kita sangat 'consern' dan serius untuk menekan kemiskinan," kata dia saat menyerahkan berbagai bansos itu di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan satu tahun kepemimpinan ini menjadi kesempatan penting refleksi sekaligus meneguhkan komitmen untuk terus bekerja, melayani, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.
"Sejak awal visi kami adalah mewujudkan Babel yang berdaya dan sejahtera yaitu daerah yang masyarakatnya memiliki kesempatan untuk maju, mandiri, serta hidup layak dan bermartabat," ujarnya.
Ia menyatakan bansos yang diserahkan, di antaranya bantuan 28 rumah layak huni agar masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak.
Selain itu, pemberian beras kepada 100 penerima untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu, pemberian alat bantu bagi penyandang disabilitas, pemberian jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pendamping sosial, pekerja sosial masyarakat (PSM), Tagana, pelopor perdamaian (pordam) sebagai bentuk perlindungan kerja, sekaligus santunan jaminan kematian BPJS Ketenagakerjaan bagi ahli waris almarhum Muzir (Tagana Babel).
Selain itu, bantuan untuk korban kebakaran, Jamaliah, warga Desa Air Menduyung, Kecamatan Simpang Teritib, Kabupaten Bangka Barat, pembagian bantuan hadiah yang tidak diambil pemenang berupa tiga sepeda motor dan satu mesin cuci, bantuan 155 paket kelengkapan untuk LKS Cagaya Ar Riski Bersinar berupa 32 selimut, 17 kasus, 10 paket keluarga, 96 paket makanan anak, lauk siap saji, dan bantuan kepada anak yatim piatu sebagai wujud kepedulian.
"Kemiskinan tidak dapat diatasi hanya dengan satu program, melainkan harus melalui langkah terpadu yang mencakup perlindungan sosial, jaminan sosial, pemberdayaan dan rehabilitasi sosial," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026