Koba, Babel, (ANTARA) - Ketua DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Batianus menekankan penting membangun sinergisitas antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat kemandirian fiskal.

"Kami berharap kemandirian fiskal daerah terus meningkat, tetapi tidak melupakan sinergisitas dengan pemerintah pusat,” ujarnya Batianus dalam momentum peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Koba, Senin.

Ia mengatakan sinergisitas menjadi kunci agar daerah tetap mampu meningkatkan kemandirian fiskal tanpa mengabaikan kebijakan nasional yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Menurut dia, upaya memperkuat kemandirian daerah masih menghadapi sejumlah kendala terutama terkait sebagian kewenangan strategis daerah dalam pengelolaan sumber daya alam.

“Daerah hanya mengelola bagian terkecil dari sumber daya alam, sementara biaya belanja daerah itu cukup besar,” katanya.

Selain itu, kata dia, kebijakan pengurangan transfer dana ke daerah juga berdampak terhadap struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kondisi ini tentu harus didiskusikan dengan pemerintah pusat agar keuangan daerah tidak terganggu,” ujarnya.

Meski demikian, Batianus menegaskan pemerintah daerah tetap berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dengan mengoptimalkan potensi yang ada, termasuk dari sektor pertambangan bijih timah.

Saat ini kewenangan tersebut, masih berada di pemerintah pusat. Pemerintah daerah mengandalkan dana bagi hasil.

“Sebagaimana kita ketahui pemerintah pusat hanya memberikan dana bagi hasil dari sektor pertambangan bijih timah,” kata dia.

Ia berharap momentum Hari Otonomi Daerah menjadi ruang evaluasi bersama untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah.

"Sekaligus mencari solusi agar kemandirian fiskal daerah dapat terus meningkat tanpa mengganggu stabilitas pembangunan nasional," ujarnya.

 



Pewarta: Ahmadi
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026