Pangkalpinang (ANTARA) - BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 278 peserta dalam turnamen futsal antar gereja GKPS Cup VII Tahun 2026 yang digelar di Kota Pangkalpinang, sebagai upaya memastikan keamanan dan kenyamanan selama pertandingan berlangsung.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima di Pangkalpinang, Senin, menyebutkan turnamen yang diikuti ratusan peserta dari berbagai jemaat di Pangkalpinang dan sekitarnya tersebut berlangsung meriah dengan menjunjung tinggi sportivitas. Selain itu, panitia turut menekankan pentingnya aspek keselamatan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh atlet yang terdaftar.

Penyerahan simbolis perlindungan telah dilakukan sebelum pertandingan, yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Pangkalpinang Yansyah Tri Darmawan Putra, serta perwakilan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia wilayah Bangka Belitung.

Ketua panitia, St. Dedy Apriandi Purba menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk komitmen untuk memberikan rasa aman kepada seluruh peserta selama bertanding.

“Kami ingin seluruh peserta dapat bermain dengan tenang tanpa khawatir terhadap risiko cedera karena telah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Dalam pelaksanaan turnamen, sempat terjadi insiden cedera serius yang dialami salah satu pemain akibat benturan saat pertandingan. Korban segera mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan terdekat dan berdasarkan hasil pemeriksaan medis, mengalami cedera tulang yang memerlukan tindakan operasi.

Melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, seluruh biaya pengobatan hingga operasi ditanggung sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pangkalpinang Evi Haliyati Rachmat mengatakan kehadiran BPJS Ketenagakerjaan dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen negara dalam memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko aktivitas.

“BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memberikan perlindungan menyeluruh terhadap risiko, termasuk dalam kegiatan olahraga yang memiliki potensi cedera. Dengan perlindungan ini, peserta tidak perlu memikirkan biaya pengobatan dan dapat fokus pada pemulihan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa jaminan sosial tidak hanya penting bagi pekerja formal, tetapi juga bagi komunitas, organisasi, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Panitia bersama perwakilan gereja dan keluarga korban turut memberikan dukungan terhadap proses pemulihan atlet yang mengalami cedera.

Kegiatan GKPS Cup VII 2026 tidak hanya menjadi ajang mempererat kebersamaan antar jemaat, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan jaminan sosial dalam setiap aktivitas yang memiliki risiko.



Pewarta: Try M Hardi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026