Pangkalpinang, Babel (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin), melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memasang 15 instalasi karantina tumbuhan guna mempercepat ekspor komoditas unggulan daerahnya.
"Ini penting agar komoditas pertanian yang akan diekspor telah dipastikan sehat dan aman, sehingga diterima dengan baik di negara tujuan," kata Kepala BKHIT Kepulauan Babel Herwintarti di Pangkalpinang, Babel, Minggu.
Ia mengatakan saat ini sebanyak enam dari 15 target instalasi karantina tumbuhan atau tempat lainnya di 16 perusahaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah teregister, tiga proses registrasi dan enam perusahaan lainnya masih dalam proses pengajuan instalasi karantina tumbuhan ini.
"Pada tahun ini, kita menargetkan 15 perusahaan memiliki instalasi karantina tumbuhan, guna memperkuat layanan dan tata kelola ekspor yang lebih tertib, cepat serta efisien," ujarnya.
Menurut dia, animo pelaku usaha untuk memiliki instalasi karantina tumbuhan ini sangat tinggi, karena permintaan pasar internasional terhadap komoditas pertanian dan perkebunan di daerah ini seperti kelapa sawit dan turunannya, lada putih, dan lainnya yang tinggi.
"Sebelum diekspor komoditas ini harus melalui pemeriksaan karantina, guna memastikan standar kualitas komoditas telah sesuai dengan persyaratan negara tujuan," katanya.
Ia berharap dengan adanya pemasangan instalasi karantina tumbuhan di perusahaan ini dapat meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan daerah, memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah ini.
"Saat ini permintaan pasar luar negeri terhadap komoditas palm kernel expeller (PKE) hasil olahan inti kelapa sawit sebagai bahan baku pakan ternak sangat tinggi, sehingga PKE dapat membuktikan bahwa produk asal daerah ini mampu memenuhi standar dan kebutuhan pasar global," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026