Belitung (ANTARA) - Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Pangkalpinang Wilayah Kerja Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan satu penumpang kapal pesiar MV. Silver Cloud yang dievakuasi di wilayah perairan Pulau Lengkuas Belitung karena mengalami sakit tidak memiliki gejala Hantavirus.

‎"Dari hasil pemeriksaan tidak ada gejala yang mengarah ke Hantavirus," kata Kepala Wilker BKK Kelas II Pangkalpinang Wilayah Kerja Tanjungpandan, Jauhari di Tanjungpandan, Minggu.

‎Ia mengatakan, tim medis dari BKK Kelas II Pangkalpinang Wilker Tanjungpandan bersama unsur-unsur SAR gabungan melakukan evakuasi medis terhadap salah satu penumpang kapal pesiar MV. Silver Cloud.

‎Kapal tersebut berlayar dari Singapura menuju Pulau Lengkuas, Belitung.

‎Namun pada, Minggu, (10/4) pukul 04.40 WIB tim SAR menerima informasi ada salah satu penumpang yang mengalami sakit sehingga membutuhkan pertolongan evakuasi.

‎Menurut dia, penumpang kapal pesiar tersebut berinisial HJD (61) berkebangsaan Amerika Serikat.

‎Jauhari menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tim medis di atas kapal, penumpang tersebut perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit terdekat.

‎"Kemudian penumpang tersebut dievakuasi oleh tim SAR gabungan untuk langsung dibawa menuju pelabuhan Tanjungpandan guna mendapatkan perawatan lebih lanjut  di rumah sakit," ujarnya.

‎Dari hasil pemeriksaan tim medis RSUD Marsidi Judono Belitung, lanjut dia, tidak ditemukan gejala yang mengarah ke Hantavirus.

‎Penumpang tersebut saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Marsidi Judono Belitung.

‎Selain itu, setelah dilakukan pemeriksaan di kapal juga tidak ditemukan tanda-tanda binatang vektor penular penyakit.

‎"Dari hasil pemeriksaan memang tidak ditemukan adanya gejala Hantavirus. Kalau ada maka kami akan langsung melakukan karantina kepada seluruh penumpang kapal pesiar tersebut, namun dari hasil pemeriksaan memang tidak ditemukan gejala yang mengarah ke Hantavirus," katanya.



Pewarta: Apriliansyah
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026