Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan volume barang yang dimuat di pelabuhan pada April 2026 sebesar 301.664 ton atau naik 19,78 persen dibandingkan bulan sebelumnya 251.848 ton.

"Peningkatan jumlah barang dimuat di pelabuhan ini, karena adanya kenaikan ekspor komoditas hasil perkebunan dan penambangan di daerah ini," kata Kepala BPS Kepulauan Babel, Sugeng Arianto di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan peningkatan volume barang yang dimuat terbesar terjadi pada Pelabuhan Sadai-Toboali Kabupaten Bangka Selatan naik sebesar 231 persen, Pelabuhan Belinyu Kabupaten Bangka 10,45 persen dan Pelabuhan Tanjung Kalian Kabupaten Bangka Barat 8,86 persen.

"Selama Januari hingga April tahun ini, volume barang yang dimuat mengalami peningkatan sebesar 24,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujarnya.

Ia mengatakan sebaliknya pada kegiatan bongkar barang pelabuhan selama April 2026 jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya terjadi penurunan sebesar 2,45 persen menjadi 168,58 ribu ton.

"Penurunan karena turunnya volume bongkar barang di Pelabuhan Sadai-Toboali 34,05 persen, lainnya sebesar 26,50 persen, Tanjung Pandan 18,66 persen," katanya.

Ia menambahkan selama Januari hingga April 2026, volume barang yang dibongkar sebanyak 634.348 ton atau mengalami peningkatan sebesar 4,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Secara garis besar pada April 2026, aktivitas muat barang lebih besar dibandingkan aktivitas bongkar. Pelabuhan Pangkal Balam menjadi
pelabuhan muat tersibuk dan Pelabuhan Sadai-Toboali menjadi pelabuhan bongkar tersibuk se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dibandingkan pelabuhan lain pada bulan ini," katanya.



Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026