Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan, kegiatan bongkar barang di pelabuhan se-Kepulauan Babel selama Maret 2026 sebanyak 172,81 ribu ton, atau naik 11,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya 155.453 ton.

"Peningkatan ini karena meningkatnya kebutuhan masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri 2026," kata Kepala BPS Kepulauan Babel, Sugeng Arianto di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan, peningkatan volume barang yang dibongkar di pelabuhan ini, karena adanya kenaikan volume bongkar pada Pelabuhan Sadai-Toboali sebesar 60,87 persen, Tanjung Pandan sebesar 19,90 persen dan terendah pada Pelabuhan Lainnya sebesar 6,89 persen.

"Selama Januari hingga Maret tahun ini, volume barang yang dibongkar mengalami penurunan 2,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," katanya.

Ia menyatakan, volume barang yang dimuat di pelabuhan pada Maret 2026 sebanyak 251,85 ribu ton atau turun sebesar 9,52 persen dibandingkan bulan sebelumnya, karena berkurangnya ekspor komoditas di daerah ini.

"Penurunan volume barang yang dimuat terbesar terjadi pada Pelabuhan Sadai-Toboali sebesar 57,13 persen, Pelabuhan Belinyu 24,88 persen dan Pelabuhan
Lainnya sebesar 8,46 persen," katanya.

Ia mengatakan, secara garis besar selama Maret 2026, aktivitas muat barang lebih besar dibandingkan aktivitas bongkar, karena adanya peningkatan pasokan berbagai kebutuhan masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri.

"Pelabuhan lainnya menjadi pelabuhan muat tersibuk dan Pelabuhan Pangkal Balam menjadi pelabuhan bongkar tersibuk se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dibandingkan pelabuhannya," katanya.



Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026