Pangkalpinang (ANTARA) - Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudkepora) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengusulkan Tradisi Peh Cun masuk ke dalam kegiatan Karisma Event Nusantara (KEN), guna mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan industri pariwisata di daerah itu.

"Kita ingin Festival Peh Cun di Kota Pangkalpinang ini menjadi even nasional," kata Kepala Disparbudkepora Kepulauan Babel, Wydia Kemala Sari saat menghadiri Festival Peh Cun di Pantai Pasir Padi Pangkalpinang, Jumat.

Ia mengatakan Disparbudkepora Kepulauan Bangka Belitung telah mengusulkan Festival Peh Cun di Kota Pangkalpinang kepada Kementerian Pariwisata RI untuk dimasukkan ke dalam kegiatan Karisma Event Nusantara (KEN), guna meningkatkan kunjungan wisatawan nasional dan internasional di daerah ini.

"Mudah-mudahan Tradisi Peh Cun masyarakat Tionghoa di Kota Pangkalpinang ini masuk KEN tahun depan," ujarnya.

Ia menyatakan Festival Peh Cun ini sudah menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota Pangkalpinang, guna mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, UMKM dan industry pariwisata di daerah ini.

"Tradisi Peh Cun ini setiap tahun dilakukan Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang dan ini mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam melestarikan kebudayaan untuk mendorong kemajuan pariwisata di daerah ini," katanya. 

Ia mengatakan Peh Cun Pangkalpinang memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan daerah lain. Jika sebagian wilayah mengenalnya melalui tradisi mendirikan telur dan membagi-bagikan kue bakcang kepada pengunjung.

"Festival Peh Cun hari ini, peserta mendirikan 3.000 telur ayam dan membagi-bagikan ribuan kue bakcang kepada tamu undang dan pengunjung Pantai Pasir Padi Pangkalpinang, sebagai bentuk kebersamaan masyarakat di daerah ini," katanya.
 



Pewarta: Aprionis
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026