"Stok minyak goreng cukup untuk memenuhi kebutuhan warga dan diperkirakan stok akan terus bertambah karena pasokan minyak goreng didatangkan secara kontinu,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok minyak goreng di sejumlah gudang distributor sembako di Provinsi Bangka Belitung (Babel), sebanyak 300 ton atau cukup untuk memenuhi konsumsi warga di daerah itu.

"Stok minyak goreng cukup untuk memenuhi kebutuhan warga dan diperkirakan stok akan terus bertambah karena pasokan minyak goreng didatangkan secara kontinu," ujar Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Babel, Husni Tamrin di Pangkalpinang, Jumat.

Ia menjelaskan, stok minyak goreng yang cukup ini membuat harga kebutuhan memasak makanan ini masih bertahan normal, seiring pemintaan yang stabil pasca Hari Raya Idul Adha.

Harga minyak goreng merek bimoli botol masih bertahan normal Rp13 ribu per liter, fortune bertahan Rp9.000 per liter dan minyak goreng tanpa merek bertahan Rp7.000 per kilogram.

Sementara itu, kata dia, stok tepung terigu di gudang distributor sebanyak 125 ton atau mengalami penurunan dibanding stok pekan lalu sebanyak 190 ton, namun demikian stok tersebut masih cukup untuk memenuhi kebutuhan warga.

"Saat ini, pasokan tepung terigu ini mengalami penurunan seiring permintaan warga yang berkurang pasca lebaran kurban," ujarnya.

Ia mengatakan, harga tepung terigu ditingkat pedagang pengecer masih bertahan normal, seperti tepung terigu merek segi tiga biru Rp7.000 per kilogram dan cakra kembar bertahan normal Rp6.000 per kilogram.

"Diperkirakan stok jagung ini cukup dan harga akan terus bertahan normal bahkan cenderung mengalami penurunan seiring pasokan yang meningkat dan lancar dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera," ujarnya.

Menurut dia, harga kebutuhan warga ini akan mengalami kenaikan apabila pasokan dari daerah asal tersendat akibat cuaca buruk, peningkatan permintaan dan kenaikan biaya transportasi laut, darat dalam memasok kebutuhan warga.

"Untuk memenuhi kebutuhan warga, pedagang masih mengandalkan pasokan dari luar karena belum adanya pabrik pengolahan minyak goreng dan tepung di Babel," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, kami mengharapkan pelaku usaha sembako ini untuk terus meningkatkan pasokan, untuk mengantisipasi cuaca buruk di perairan akhir tahun ini.

"Sebagian besar kebutuhan ini dipasok menggunakan jasa angkutan kapal laut, karena biaya transportasi yang lebih murah dibanding menggunakan jasa pesawat udara," ujarnya.


Pewarta: Pewarta :Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026