Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno meminta Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) agar menjadikan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai kegiatan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurut Suyitno, kualitas perguruan tinggi tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kelengkapan dokumen atau program yang tercantum secara administratif. Setiap program harus memiliki bukti pelaksanaan serta menghasilkan dampak yang dapat dirasakan.
Tidak cukup yang tinggal ada dokumen. Sekarang dokumen ini benar-benar adalah sebuah aktivitas bukti, ujar Suyitno dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Suyitno menegaskan berbagai program yang dijalankan perguruan tinggi, termasuk kerja sama dan kegiatan akademik, harus memiliki keluaran dan dampak yang jelas. Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun sistem dan budaya mutu perguruan tinggi.
Menurutnya, kegiatan pengabdian tidak semestinya berhenti pada pelaksanaan kegiatan atau pemenuhan administrasi, tetapi perlu dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat dan menghasilkan perubahan yang dapat diukur.
Ia juga mengingatkan bahwa penguatan mutu perguruan tinggi merupakan proses panjang yang harus dibangun melalui sistem. Karena itu, seluruh unsur perguruan tinggi perlu terlibat dalam membangun budaya mutu di lingkungan masing-masing.
Kalau bicara tentang program panjang, yang ditangani adalah sebuah sistem. Semua instrumen dalam alatnya adalah manusia, kata Suyitno.
Suyitno mendorong setiap perguruan tinggi untuk menggali dan mengembangkan keunggulan yang dimiliki. Menurutnya, setiap kampus memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda, sehingga tidak harus membangun keunggulan dengan pola yang seragam.
Dengan demikian, PKM dapat diarahkan untuk menjadi salah satu instrumen yang memperkuat kehadiran PTKI di tengah masyarakat. Program yang dikembangkan perlu berangkat dari kebutuhan nyata, memanfaatkan keunggulan kampus, dan menghasilkan manfaat yang berkelanjutan.
Pewarta: Asep FirmansyahUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.