Seluruh dokumen untuk UNSD yang digelar mulai hari ini dalam kondisi aman karena dijaga ketat oleh aparat kepolisian,Muntok (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjamin tidak akan terjadi kebocoran soal dan jawaban pada pelaksanaan Ujian Nasional tingkat Sekolah Dasar (UNSD) yang akan dilaksanakan di daerah itu.
"Seluruh dokumen untuk UNSD yang digelar mulai hari ini dalam kondisi aman karena dijaga ketat oleh aparat kepolisian," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka Barat, Ismantho di Muntok, Senin.
Ia menerangkan, lembar soal UNSD yang didistribusikan ke Bangka Barat seluruhnya langsung diserahkan untuk disimpan di Polsek dan dijaga ketat setiap hari.
"Dokumen UN dijaga selama 24 jam setiap harinya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Kami sudah ada kerja sama dengan pihak kepolisian," katanya.
Ia mengatakan, distribusi soal ke sekolah-sekolah penyelenggara dilakukan setiap hari sesuai jadwal ujian sesuai aturan yang berlaku sekaligus untuk menjaga keamanan dokumen penting tersebut.
"Kami berharap semua berjalan lancar, tidak ada kebocoran dan seluruh peserta bisa mengikuti ujian hingga akhir palksanaan," katanya.
Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan peserta yang tidak bisa mengikuti ujian.
"Sampai saat ini kami belum menerima laporan dan surat pemberitahun adanya siswa yang berhalangan mengikuti ujian," katanya.
Tingginya keikutsertaan peserta diharapkan bisa memenuhi target kelulusan hingga 100 persen.
"Kami berharap seluruh peserta ujian SD/MI di Bangka Barat lulus dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi," kata dia.
UN tingkat SD/MI di daerah itu diikuti 3.560 siswa yang tersebar di enam kecamatan, meliputi Kecamatan Muntok 868 siswa, Parittiga 653 siswa, Kelapa 618 siswa, Simpangteritip 551 siswa, Tempilang 513 siswa dan Kecamatan Jebus 375 siswa.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Riza Mulyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.