"Peningkatan impor terjadi pada impor non migas yaitu dari 1,2 juta dolar AS menjadi 4,7 juta dolar AS,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Nilai impor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), pada Oktober 2013 mencapai 6,1 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau naik tajam 138,6 persen dibanding bulan sebelumnya  2,6 juta dolar AS.

"Peningkatan impor terjadi pada impor non migas yaitu dari 1,2 juta dolar AS menjadi 4,7 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Selasa.

Diikuti impor migas naik 8,7 persen atau dari 1,3 juta dolar AS menjadi 1,4 juta dolar AS pada Oktober 2013.

Ia mengatakan, total nilai impor Bangka Belitung pada Januari hingga Oktober 2013 mencapai 44,2 juta dolar AS, turun 40,6 persen dibandingkan priode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 74,4 juta dolar AS.

"Penurunan nilai impor tersebut karena turunnya impor non migas hingga 50,6 persen dari 64 juta dolar AS menjadi hanya 31,6 juta dolar AS. Sedangkan impor migas mengalami peningkatan sebesar 21,1 persen dari 10,4 juta dolar AS menjadi 12,6 juta dolar AS," ujarnya.

Menurut dia, berdasarkan golongan barang, total non migas Januari hingga Oktober 2013 yang terbesar yaitu pada golongan mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) 9,8 juta dolar AS, golongan mesin/peralatan listrik (HS 85) 7,9 juta dolar AS.

Golongan pupuk (HS 31) 1,2 juta dolar AS, barang-barang besi dan baja (HS 73) O,4 juta dolar AS dan golongan produk kramik (HS 69) sebesar 0,4 juta dolar AS.

"Apabila dilihat impor pada Oktober 2013, yang terbesar pada golongan kapal laut dan bangunan terapung (HS 89) 3,9 juta dolar AS atau meningkat 297,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Diikuti oleh mesin-mesin/ pesawat mekanik (HS 84) yang meningkat hingga diatas 500 persen menjadi 0,5 juta, mesin/peralatan listrik (HS 85) dan pupuk (HS 31) yang masing-masing sejumlah 0,1 juta dolar AS," ujarnya.

Ia mengatakan,  impor berdasarkan negara asal, Thailand merupakan negara pemasok barang impor terbesar pada Oktober 2013, terjadi perubahan negara pemasok terbesar yang pada bulan sebelumnya nilai impor dari Thailand sebesar 3,1 juta dolar AS dengan kontribusi impor terbesar adalah kapal lut dan bangunan terapung berperan  sebesar 50,82 persen terhadap total impor.

Diikuti Singapura sebesar 1,4 juta dolar AS, dengan Kontribusi bahan bakar mineral. Malaysia dengan nilai impor 0,9 juta dolar AS (14,75 persen) dengan kontribusi kapal laut dan bangunan terapung, China sebesar 0,6 juta dolar AS dengan komoditas utama impor adalah mesin-mesin/pesawat mekanik," ujarnya.

Pewarta: Pewarta :Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026