"Pengelolaan sampah dengan benar harus segera dimulai dari sekarang agar tidak menimbulkan permasalahan serius di kemudian hari," kata Bupati Parhan Ali di Muntok, Rabu.
Menurut dia, pengelolaan sampah bisa dimulai dari diri sendiri kemudian berkembang dengan mengajak orang-orang terdekat, baik keluarga maupun lingkungan sekitar tempat tinggal.
Ia mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah yang selama ini dianggap sepele oleh sebagian orang padahal mempunyai dampak yang sangat besar terhadap kelangsungan hidup manusia.
Ia mengajak masyarakat bekerjasama dengan pemerintah mengelola sampah agar menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan berharga sehingga dapat menghasilkan produk yang bernilai.
"Jadikan sampah sebagai potensi yang mempunyai nilai dan manfaat, kami yakin jika digeluti sungguh-sungguh akan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat," kata dia.
Ia mencontohkan, pengelolaan sampah menjadi bermacam produk bermanfaat seperti kerajinan, cindera mata, perlengkapan rumah tangga, hiasan dan lainnya bisa dilakukan mulai dari rumah tangga.
"Jika berkembang bisa dijual mandiri atau melalui Dekranasda, seperti saat digelar pameran pembangunan bebeeapa hari lalu sudah ada sampah yang bisa dibuat tas, kotak tisu dan produk lainnya," kata dia.
Geliat masyarakat yang bergerak dalam sektor itu merupakan kebanggaan dan akan terus didorong agar berkembang dan berdaya saing.
"Pelaku usaha bisa bekerja sama dengan PKK maupun Dharma Wanita dalam mengelola daur ulang sampah untuk meningkatkan penghasilan," kata dia.
Hal ini dikatakan Parhan Ali saat membuka bimbingan teknis pengelolaan persampahan di hadapan sekitar 50 orang peserta pelatihan yang terdiri dari tenaga pendidik, angoota LSM, tenaga fungsional dan anggota pasukan kuning.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.